PEKANBARU (RA) - Warga Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, mengeluhkan aktivitas penggalian jalan untuk proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain khawatir merusak jalan yang sudah diperbaiki, warga juga mengantisipasi material galian menyumbat saluran drainase.
Keluhan tersebut disampaikan Ketua LPM Kecamatan Bukit Raya, Alex Sandra, saat reses Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE MM, di Jalan Tanjung Sari, RW 04, Kelurahan Tangkerang Selatan, Sabtu (7/11/2026) pagi.
Alex mengatakan, aktivitas penggalian ditemukan di persimpangan Jalan Lumba-Lumba dan Jalan Bunga Raya. Pekerjaan yang sebelumnya dimulai dari Gang Teratai kini telah memasuki Jalan Lumba-Lumba.
"Baru sekitar dua hari mereka bekerja. Ini yang kami antisipasi, jangan sampai setelah digali, proses penutupannya justru lambat seperti yang pernah terjadi sebelumnya," ujar Alex.
Menurutnya, warga tidak ingin jalan yang telah diperbaiki kembali rusak akibat pekerjaan proyek tersebut. Apalagi, material bekas galian berpotensi masuk ke parit dan menyebabkan penumpukan hingga pendangkalan drainase.
"Kami bukan hanya mengkhawatirkan kondisi jalan, tetapi juga drainase. Jangan sampai bekas galian masuk ke parit, kemudian menumpuk dan membuat saluran menjadi dangkal," katanya.
Dampak pekerjaan itu bahkan sudah dirasakan warga. Seorang pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas pada malam hari setelah masuk ke lubang galian.
Alex meminta pelaksana proyek memperhatikan keselamatan pengguna jalan serta segera menutup kembali bagian jalan yang selesai digali. Pihaknya juga akan terus memantau pekerjaan tersebut.
"Kita akan kawal dan pantau terus agar tidak terjadi yang tidak diinginkan masyarakat," tegasnya.
Menanggapi keluhan itu, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, mengatakan akan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Ia mengingatkan agar pekerjaan proyek IPAL tidak dilakukan sembarangan hingga merugikan masyarakat. Terlebih, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini tengah gencar memperbaiki dan mengaspal jalan di sejumlah wilayah.
"Kami akan menindaklanjuti keluhan ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jangan sampai masyarakat dirugikan, apalagi sampai membahayakan pengguna jalan," ujar Azwendi.
Dalam reses tersebut, politisi Demokrat itu juga menerima keluhan warga terkait banjir yang kerap menggenangi kawasan RW 04 Tangkerang Selatan.
Ia meminta warga menunjukkan titik-titik genangan agar dapat dilakukan pengecekan dan survei lapangan untuk mengetahui penyebab banjir.
"Mengenai banjir, sampaikan titik lokasinya di mana dan apa penyebabnya. Minimal nanti kita survei terlebih dahulu," katanya.
Azwendi mengakui persoalan banjir masih terjadi di sejumlah kawasan Pekanbaru. Karena itu, pembenahan drainase perlu dilakukan secara bertahap agar aliran air hujan tidak terhambat dan genangan dapat segera surut.
"Titik banjir di Pekanbaru ini banyak. Kita benahi pelan-pelan saluran drainase yang ada. Setidaknya, ketika hujan turun, air bisa mengalir dengan lancar dan tidak menggenang terlalu lama," tutupnya.