PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Riau Expo yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang promosi perdagangan dan investasi untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan pasar internasional.
Riau Expo akan menjadi bagian dari Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Trade and Investment Expo. Melalui kegiatan tersebut, potensi ekonomi Riau diharapkan semakin dikenal oleh investor, baik dari negara anggota IMT-GT maupun negara mitra lainnya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dumai, Zulfan Ismaini, mengatakan persiapan kegiatan tersebut dibahas setelah pertemuan terkait IMT-GT yang sebelumnya berlangsung di Medan.
Menurut Zulfan, sejumlah negara, termasuk Singapura dan India, disebut telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam kegiatan tersebut.
"Ini kan kelanjutan dari pertemuan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand) di Medan. Nah, untuk di Riau, kita kemas jadi Trade and Investment Expo dengan tajuk Riau Expo. Selain negara anggota IMT-GT, beberapa negara lain juga udah konfirmasi hadir, seperti Singapura, India, dan beberapa negara lainnya," ujar Zulfan, Jumat (9/10/2026).
Melalui penyelenggaraan expo tersebut, pemerintah daerah dan kalangan dunia usaha berharap terbuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Kehadiran calon mitra internasional juga diharapkan dapat mendorong penjajakan investasi dan memperluas akses pasar bagi potensi ekonomi Riau.
Selain membahas persiapan Riau Expo, pertemuan antara Kadin Dumai dan Plt Gubernur Riau S. F. Hariyanto turut menyinggung optimalisasi pemanfaatan Gedung Sumatera Promotion Centre di Kota Batam.
Gedung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi ekonomi daerah, termasuk memperkenalkan peluang usaha dan investasi yang tersedia di Riau kepada calon investor.
Optimalisasi fasilitas promosi ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pemasaran potensi daerah, terutama kepada pelaku usaha yang memiliki jaringan perdagangan regional dan internasional.
Dalam pembahasan investasi, rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Buruk Bakul juga menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian.
Pembangunan pelabuhan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus perdagangan dan memperkuat konektivitas Riau dengan pasar internasional, khususnya kawasan Asia Tenggara.
Dukungan infrastruktur dinilai penting untuk menunjang pengembangan perdagangan serta membuka peluang bagi dunia usaha dalam memanfaatkan posisi strategis Riau di kawasan regional.
Zulfan mengatakan Plt Gubernur Riau S. F. Hariyanto memberikan dukungan terhadap langkah strategis yang dibahas bersama kalangan dunia usaha tersebut.
"Pak Gubernur mendukung penuh, dan kami sangat berterima kasih. Dukungan beliau ini bikin dunia usaha makin semangat kalau Riau memang siap menyambut perkembangan perdagangan dan investasi," tambah Zulfan.
Melalui persiapan Riau Expo, optimalisasi fasilitas promosi di Batam, serta penjajakan pengembangan infrastruktur perdagangan, Pemprov Riau berharap semakin banyak investor tertarik menjajaki peluang usaha di daerah tersebut.
Penyelenggaraan Riau Expo juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, calon investor, dan mitra internasional untuk membangun kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Riau.