Pencarian

Podcast Kelupas

Dapur SPPG Di-suspend Usai Belasan Siswa SD di Kampar Diduga Keracunan MBG

Jumat, 09 Oktober 2026 • 10:31:38 WIB
Dapur SPPG Di-suspend Usai Belasan Siswa SD di Kampar Diduga Keracunan MBG
Siswi SDN 44 Karya Indah dirawat karena mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah.

PEKANBARU (RA) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) KM 6 Garuda Sakti yang menyuplai Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SDN 44 Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dikenai sanksi suspend menyusul dugaan keracunan yang dialami 12 siswa.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sumbagteng, Syartiwidya, mengatakan sanksi tersebut langsung diberikan kepada SPPG terkait setelah munculnya kasus tersebut.

"Kepada SPPG langsung diberikan sanksi suspand," kata Widya kepada riauaktual.com, Jumat (9/10/2026).

Suspend berarti penghentian operasional sementara selama sanksi tersebut berlaku. Dengan demikian, dapur SPPG yang bersangkutan dihentikan operasionalnya.

Namun, Widya belum menjelaskan lebih lanjut apakah sanksi tersebut hanya berlaku sementara atau bersifat permanen. Belum ada pula keterangan mengenai berapa lama penghentian operasional itu diberlakukan dan apakah dapur tersebut nantinya dapat kembali beroperasi.

Sementara itu, Kepala SDN 44 Karya Indah, Iwan Saepudin, membenarkan bahwa dapur yang selama ini menyuplai MBG ke sekolahnya adalah Dapur SPPG KM 6 Garuda Sakti.

Menyusul kejadian tersebut, pihak sekolah berencana mengganti dapur penyedia makanan bagi para siswanya.

"Kemungkinan kita ganti," kata Iwan.

Sebelumnya, sebanyak 12 siswa SDN 44 Karya Indah mengalami gejala gatal dan mual tidak lama setelah mengonsumsi MBG pada Selasa (6/10/2026). Sejumlah siswa juga mengalami keluhan lain dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak sekolah sebelumnya menyatakan belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya gejala tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain.

Iwan mengatakan kondisi seluruh siswa kini telah membaik. Mereka diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

"Kondisi anak-anak alhamdulilah sudah pulih semua. Hari Selasa itu juga langsung pulang semua. Tidak ada yang dirawat sampai 2 hari di rumah sakit," ujarnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks