PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, berencana kembali menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kabut asap pekat yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru sejak awal pekan ini.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, diketahui merupakan kiriman dari wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara yang kini berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Untuk melindungi kesehatan masyarakat, Pemko Pekanbaru telah mengambil sejumlah kebijakan. Di antaranya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik serta menutup sementara sejumlah ruang publik.
Di tengah kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru berharap hujan segera turun untuk membantu membersihkan udara dari kabut asap.
"Maka kita berharap semoga bisa segera turun hujan. Insyaallah kita sedang persiapkan (Salat Istisqa), mungkin besok," kata Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Kamis (8/10/2026).
Menurut Markarius, hujan menjadi salah satu cara yang diharapkan dapat dengan cepat membantu menghalau kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.
Karena itu, ia juga mengimbau umat Islam di Kota Pekanbaru untuk dapat melaksanakan Salat Istisqa di wilayah masing-masing.
Markarius menyebut, tokoh agama maupun tokoh masyarakat dapat menggelar Salat Istisqa di masjid paripurna kelurahan masing-masing sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
"Semoga Allah menurunkan hujan. Karena nampaknya yang bisa cepat merubah kondisi udara ini, ya hujan," ucapnya.
Markarius menegaskan, kondisi kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru bukan disebabkan oleh titik api yang berada di wilayah kota.
Ia memastikan hingga saat ini tidak terdapat titik api di Kota Pekanbaru. Namun, pergerakan angin dari arah selatan menuju utara membawa asap dari wilayah yang terdampak Karhutla hingga masuk ke Kota Pekanbaru.
"Untuk Pekanbaru sendiri tidak ada titik api. Angin bergerak dari Selatan ke Utara, sehingga membawa kiriman asap dari wilayah yang terdampak Karhutla," jelas Markarius.
Dengan kondisi kualitas udara yang masih sangat tidak sehat, Pemko Pekanbaru terus melakukan berbagai langkah untuk melindungi masyarakat, sembari berharap hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.