Pencarian

Podcast Kelupas

Truk Kosong Keluar Masuk Lokasi Tersembunyi, Dugaan Mafia Solar di Rohul Mencuat

Kamis, 24 September 2026 • 07:27:00 WIB
Truk Kosong Keluar Masuk Lokasi Tersembunyi, Dugaan Mafia Solar di Rohul Mencuat
Deretan truk kosong menantre di SPBU Simpang Kumu.

PEKANBARU (RA) – Dugaan praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis biosolar mencuat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Praktik tersebut diduga berlangsung di wilayah Kecamatan Rambah Hilir dan disebut melibatkan sejumlah kendaraan yang secara rutin mengambil solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Informasi yang dihimpun Riauaktual.com, dugaan penimbunan itu terjadi di kawasan Kumu Deli, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir. Lokasinya disebut berada tidak jauh dari salah satu SPBU dan masuk ke arah kawasan Trans SKPC.

Seorang warga setempat, Deri, mengatakan lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan solar tersebut berada cukup tersembunyi. Akses menuju lokasi disebut masuk ke kawasan perkebunan sehingga aktivitas di dalamnya tidak mudah terlihat dari jalan utama.

"Lokasinya di Kumu Deli, Desa Rambah. Arah masuk ke Trans SKPC. Lokasinya agak ke dalam, sedikit masuk ke perkebunan. Lokasinya juga tertutup," kata Deri, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, dugaan tersebut semakin menguat karena sejumlah truk kosong disebut kerap terlihat keluar masuk kawasan tersebut setelah mengisi BBM di SPBU yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi.

"Di SPBU itu saya lihat sangat jarang ada truk bermuatan yang mengantre. Cuma truk-truk kosong saja. Bahkan truk yang biasa mengangkut sawit juga jarang terlihat," ungkapnya.

Dugaan praktik penimbunan tersebut juga diperkuat oleh pengakuan seorang warga lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga tersebut mengaku pernah membawa solar ke lokasi yang disebut sebagai tempat penampungan. Saat itu, kendaraan yang biasa digunakannya sedang tidak beroperasi.

"Pernah sekali ikut antri, waktu kebetulan mobil lagi tidak beroperasi. Saya bongkar (solar) di sana. Tapi cuma sekali, karena saya takut kena, jadi gak pernah lagi," ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa terdapat sejumlah truk yang disebut menyuplai solar subsidi ke lokasi tersebut.

Menurut pengakuannya, aktivitas itu bukan dilakukan oleh satu kendaraan saja. Ia mendapat informasi bahwa sejumlah kendaraan lain juga melakukan hal serupa.

"Kalau tidak salah ada puluhan armadanya," kata dia.

Warga tersebut juga mengaku pernah mendengar klaim bahwa aktivitas di lokasi tersebut aman dari penindakan.

Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, lokasi itu disebut mendapat "bekingan" dari oknum aparat. Namun, informasi tersebut masih sebatas pengakuan warga dan belum terkonfirmasi secara independen.

"Waktu itu kata bosnya aman, gak bakal kena. Tapi tetap saja saya merasa takut, jadi tidak mau lagi," ujarnya.

Riauaktual.com belum memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebut sebagai pengelola lokasi maupun pihak yang dituding memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut.

Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Joni, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengetahui informasi tersebut dan akan melakukan pendalaman.

"Sedang kami dalami. Ini jadi PR untuk kami," ujar Joni.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai dugaan penimbunan solar subsidi di kawasan Kumu Deli menjadi perhatian kepolisian.

Jika ditemukan adanya penyalahgunaan BBM subsidi, aparat dapat melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang terlibat, mulai dari pola pembelian di SPBU, kendaraan yang digunakan, hingga dugaan lokasi penampungan.

Dugaan praktik tersebut juga perlu diusut untuk memastikan apakah solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor pengguna tertentu justru dialihkan untuk kepentingan lain.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap informasi dugaan penyelewengan solar subsidi tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks