PEKANBARU (RA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka seleksi terbuka pengajuan proposal Program Pangan dan Hilirisasi Tahun 2026. Program ini ditujukan untuk mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas perkebunan.
Komoditas yang menjadi sasaran program meliputi kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya perkebunan yang berkelanjutan.
Berdasarkan Pengumuman Nomor PENG-5/BPDP/2026 tanggal 14 September 2026, seleksi terbuka ini dapat diikuti sejumlah pihak. Di antaranya badan usaha, termasuk koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, kesempatan tersebut terbuka bagi asosiasi atau organisasi profesi di bidang perkebunan serta lembaga penelitian dan perguruan tinggi.
Calon pengusul dapat menyampaikan proposal paling lambat 30 Oktober 2026. Pengajuan dilakukan secara daring melalui laman program-hilir.bpdp.or.id.
BPDP meminta calon pengusul terlebih dahulu mempelajari Buku Panduan Teknis Tata Cara Pengajuan Proposal Program Pangan dan Hilirisasi Komoditas Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa.
Panduan tersebut memuat berbagai ketentuan, mulai dari persyaratan dan kriteria, format serta mekanisme pengajuan proposal, hingga sistem pemantauan dan evaluasi program.
Buku panduan dapat diakses melalui situs resmi BPDP dan laman program-hilir.bpdp.or.id.
Untuk memberikan penjelasan mengenai ketentuan teknis dan tata cara pendaftaran, BPDP juga akan menggelar Webinar Sosialisasi Call for Proposal Program Pangan dan Hilirisasi BPDP Tahun 2026.
Webinar dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026. Informasi mengenai waktu pelaksanaan dan tautan webinar akan diumumkan melalui situs resmi BPDP.
BPDP mengajak para pemangku kepentingan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan proposal sesuai ketentuan dalam panduan teknis.
Partisipasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung transformasi sektor perkebunan melalui pengembangan pangan dan hilirisasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus daya saing komoditas perkebunan Indonesia.