Pencarian

Podcast Kelupas

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Membaik Usai Diguyur Hujan Deras

Sabtu, 19 September 2026 • 09:09:43 WIB
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Membaik Usai Diguyur Hujan Deras
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Membaik Usai Diguyur Hujan Deras

PEKANBARU (RA)- Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau sejak malam hingga pagi membawa dampak positif terhadap kualitas udara. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru kembali masuk kategori baik.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (19/9/2026) pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 9,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut berada dalam kategori baik.

Kondisi ini membaik setelah beberapa hari sebelumnya kualitas udara Pekanbaru sempat memburuk akibat kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Hujan menjadi salah satu faktor yang membantu menekan konsentrasi partikulat di udara. Selain itu, curah hujan juga membantu membasahi lahan yang sebelumnya kering sehingga dapat mengurangi potensi munculnya titik api baru.

Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, hujan yang turun di sejumlah wilayah menjadi momentum positif dalam penanganan karhutla.

"Curah hujan tentu sangat membantu, terutama untuk membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api baru. Kualitas udara juga kita lihat membaik setelah hujan turun," ujarnya.

Meski kualitas udara membaik, Edy mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap persoalan karhutla telah selesai. Pemantauan tetap dilakukan karena kondisi cuaca Riau masih dinamis.

"Kita tetap melakukan pemantauan. Jangan sampai setelah hujan turun kewaspadaan menjadi berkurang. Lahan yang sebelumnya terbakar harus dipastikan benar-benar padam dan tidak menyimpan bara," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan membaiknya kualitas udara menjadi kabar baik bagi masyarakat. Namun, kepolisian bersama stakeholder terkait tetap melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

"Alhamdulillah, hujan yang turun memberikan dampak positif terhadap kondisi udara dan penanganan karhutla. Namun ini bukan berarti kita berhenti. Personel tetap melakukan pemantauan, patroli dan penanganan apabila ditemukan titik api," kata Akmadi.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut mencegah terjadinya karhutla, salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

"Yang paling penting adalah jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga bersama kondisi yang sudah membaik ini. Masyarakat adalah benteng utama dalam mencegah karhutla," ujarnya.

Di sisi lain, BMKG memprakirakan cuaca Riau masih berpotensi berubah. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, sementara pada dini hari kondisi udara dapat kembali berkabut hingga berawan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Kota Pekanbaru, terutama pada pagi serta malam hingga dini hari.

Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23-33 derajat Celsius dengan kelembapan 50-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.

Hujan yang mengguyur Riau setidaknya menjadi jeda dari kepungan asap. Kualitas udara Pekanbaru yang kembali berada pada kategori baik menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dan arah angin dapat berubah sewaktu-waktu.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks