Pencarian

Podcast Kelupas

Kadernya Dikaitkan dengan Kematian Akmalul di Hotel, NasDem Riau Beri Penjelasan

Jumat, 18 September 2026 • 17:15:00 WIB
Kadernya Dikaitkan dengan Kematian Akmalul di Hotel, NasDem Riau Beri Penjelasan
NasDem Riau Beri Penjelasan.

PEKANBARU (RA) - Partai NasDem Riau memberikan klarifikasi terkait meninggalnya M Akmalul Hadi (26) setelah ditemukan tidak sadarkan diri di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada Agustus 2026.

NasDem menyebut Akmalul memiliki hubungan pertemanan dengan sejumlah kader partai di Kepulauan Meranti dan beberapa kali terlibat dalam kegiatan yang digelar partai.

Nama anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Partai NasDem, Lianita Muharni alias Lia, turut disebut dalam rangkaian peristiwa tersebut. 

NasDem menyebut pertemuan Lia dan Akmalul berkaitan dengan pembicaraan rencana kegiatan di Telaga Air Merah, Kepulauan Meranti.

Ketua Bappilu DPW NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan Akmalul bukan orang asing bagi kader NasDem di Kepulauan Meranti.

"Yang meninggal ini sudah sering ikut kegiatan-kegiatan partai kita di Kepulauan Meranti. Secara tidak langsung menjadi bagian dari Partai NasDem juga," kata Dedi, Jumat (18/9/2026).

Dedi juga menyebut Akmalul memiliki hubungan pertemanan dengan Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti, Rony Samudra.

"Karena ada hubungan historis, sering terlibat kegiatan partai, ya saling kenal," ujarnya.

Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti, Rony Samudra, mengatakan sebelum Akmalul mengalami sakit, dirinya dan Lia sempat membahas rencana kegiatan Telaga Air Merah.

Menurut Rony, Lia berada di Pekanbaru karena keesokan harinya dijadwalkan menjalankan kegiatan dinas luar ke Sumatera Barat.

"Pada saat kejadian itu ada hubungan kegiatan sebenarnya yang dibicarakan di hotel tersebut. Kebetulan Ibu Dewan kita di hari Jumat itu sudah harus berangkat ke Sumbar, ada dinas luar, jadi menginap di situ," ujar Rony.

Rony mengatakan setelah pembicaraan tersebut, Akmalul mengalami sakit. Lia yang berada di lokasi kemudian ikut membantu membawa Akmalul ke rumah sakit.

"Karena Ibu Lia di situ, kader kita di situ, orang Meranti di situ, dan kenal, tak mungkin diam saja. Maka dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dinyatakan meninggal," katanya.

Lia membantah adanya persoalan lain dalam pertemuannya dengan Akmalul. Ia menegaskan dirinya hanya sebagai saksi dalam peristiwa tersebut.

"Sebenarnya tidak ada indikasi apa pun terhadap saya. Saya hanya sebagai saksi di situ," kata Lia.

Ia menjelaskan, pertemuannya dengan Akmalul memang untuk membahas rencana event Telaga Air Merah yang direncanakan berlangsung akhir tahun.

"Saya waktu malam kejadian memang kami ada komunikasi dan saling jumpa. Karena kami ada acara, ingin membuat event Telaga Air Merah tahun ini, akhir tahun rencana saya," ujarnya.

Setelah pembahasan selesai, Lia mengatakan mereka kemudian bersantai. Tak lama kemudian, ia mendapat informasi Akmalul sedang sakit dan ikut membawanya ke rumah sakit.

"Setelah itu, setelah pembahasan, kami duduk-duduk nyantai-nyantai saja. Tidak tahu kenapa saya dikabari dia lagi sakit. Kami bawa ke rumah sakit," katanya.

Lia juga menegaskan Akmalul tidak meninggal di hotel, melainkan di rumah sakit setelah mendapat penanganan medis.

"Dia meninggal di rumah sakit, bukan di kamar hotel," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sophia Dewi Marisa menyampaikan surat pernyataan yang dibuat orang tua Akmalul, Sutrisno dan Arlinda. 

Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Akmalul dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terhadap pihak mana pun terkait kematian Akmalul serta meminta kepolisian tidak melanjutkan proses hukum. 

NasDem menyebut keluarga telah menjalani pemeriksaan terhadap jenazah dan memilih tidak melanjutkan ke tahap autopsi.

Dedi turut menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai kematian Akmalul dan keberadaan Lia di hotel. Ia membantah tudingan adanya hubungan perselingkuhan antara Lia dan Akmalul.

"Kalau tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke media melalui pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, kami anggap itu hanya hal-hal yang bersifat tendensius," kata Dedi.

"Tidak benar ada perselingkuhan, ada apa lah, itu tidak benar," tegasnya.

Sebelumnya, Polresta Pekanbaru menangani laporan seorang pria berinisial MA (26) yang ditemukan tidak sadarkan diri di kamar 229 Hotel Evo, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) dini hari.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan MA ditemukan sekitar pukul 03.45 WIB setelah seorang temannya meminta saksi memeriksa kondisi korban. MA kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tabrani.

"Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sekitar pukul 04.20 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Anggi.

Polisi sebelumnya menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian serta mendalami rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan tidak sadarkan diri.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks