Pencarian

Podcast Kelupas

Tak Selalu Bikin Tenang, Studi Ungkap Sisi Gelap dari 'Mindfullness'

Selasa, 15 September 2026 • 06:31:00 WIB
Tak Selalu Bikin Tenang, Studi Ungkap Sisi Gelap dari 'Mindfullness'
Ilustrasi meditasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Praktik meditasi dan mindfulness selama ini dikenal luas sebagai penawar ampuh untuk mengatasi stres, kecemasan, hingga depresi. Namun, riset ilmiah terbaru mulai mengungkap sisi lain dari praktik ini yang jarang dibicarakan publik: risiko efek samping negatif bagi kesehatan mental.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science mengungkap bahwa meditasi dapat memicu efek samping yang mengganggu, mulai dari kecemasan hebat, trauma masa lalu yang kembali teringat, hingga gangguan tidur.

Riset yang dipimpin oleh Dr Willoughby Britton, seorang neurosaintis dan profesor di Brown University, AS, menemukan bahwa 6% peserta meditasi mengalami efek negatif jangka panjang yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Dikutip dari laman Very Well Mind, dari penelitian terhadap 96 orang yang mengikuti program terapi kognitif berbasis mindfulness (MBPs) selama 8 minggu, peneliti menemukan fakta mengejutkan.

Sebanyak 58% peserta melaporkan setidaknya satu efek samping negatif akibat meditasi, dan 37% di antaranya merasa efek tersebut mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari.

Beberapa efek samping paling serius dan sering dilaporkan meliputi:
- Kilas Balis Trauma (Flashbacks): Munculnya kembali memori atau pengalaman traumatik di masa lalu secara mendadak.

- Mati Rasa Emosional (Emotional Blunting): Merasa hampa atau kesulitan merespons emosi secara normal.

- Gejala Disosiasi: Merasa terpisah atau asing dari tubuh dan lingkungan sekitar.

- Gangguan Pola Tidur dan Energi: Siklus tidur yang terganggu serta rasa cemas yang meningkat.

- Penurunan Fungsi Eksekutif: Kesulitan mengambil keputusan, linglung, serta gangguan daya ingat.

- Hipersensitivitas Sensorik: Indra menjadi terlalu peka terhadap suara atau cahaya sekitar sehingga mengganggu kenyamanan.

Para peneliti menjelaskan bahwa dampak negatif ini umumnya berkaitan dengan durasi dan intensitas meditasi. Risiko efek samping yang mengganggu cenderung meningkat pada individu yang bermeditasi dalam durasi sangat lama atau tanpa pendampingan yang tepat.

Dr Britton menyebutkan bahwa fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Catatan kuno dalam literatur Buddhisme dari ratusan tahun lalu sudah memuat efek samping meditasi. Namun, popularitas dan nilai komersial mindfulness yang tinggi membuat sisi risiko ini jarang diangkat ke permukaan.

"Banyak orang mendatangi saya dan bertanya, 'Mengapa tidak ada yang memberi tahu saya bahwa hal ini bisa terjadi?' Kami tidak berusaha mengurangi manfaat meditasi, tetapi penting bagi masyarakat untuk memahami gambaran secara utuh," tegas Dr Britton.

Para ahli menekankan bahwa hasil studi ini bukan berarti meditasi itu 'buruk'. Bagi banyak peserta, meditasi tetap memberikan dampak positif yang besar bagi kesehatan jiwa. Kuncinya adalah menyadari respons tubuh dan pikiran masing-masing.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks