Pencarian

Podcast Kelupas

Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, 3.144 Hotspot Kepung Sumatera

Senin, 14 September 2026 • 20:37:55 WIB
Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, 3.144 Hotspot Kepung Sumatera
Indeks kualitas udara di Pekanbaru, Senin (14/9/2026) pukul 19.00 WIB.

PEKANBARU (RA) - Sebanyak 3.144 titik panas atau hotspot terdeteksi tersebar di berbagai wilayah daratan Pulau Sumatera hingga Senin (14/9/2026) pukul 16.00 WIB.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, yang terpantau masuk kategori sangat tidak sehat.

Data tersebut berdasarkan pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru terkait perkembangan titik panas dan kondisi udara di Sumatera.

Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 2.235 titik.

Disusul Lampung dengan 275 titik, Bangka Belitung 263 titik dan Jambi sebanyak 239 titik.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain juga terdeteksi memiliki hotspot, yakni Bengkulu 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat 12 titik dan Sumatera Utara 7 titik.

Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi 76 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni mencapai 56 titik panas.

"Di Provinsi Riau sendiri, pemantauan mendeteksi adanya 76 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Penyebaran terbesar terkonsentrasi di Kabupaten Indragiri Hulu yang menyumbangkan angka drastis sebanyak 56 hotspot," ujar Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri S.

Selain Inhu, hotspot juga terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya.

Kota Dumai tercatat memiliki 5 hotspot, Kampar 3 titik, sedangkan Pelalawan, Indragiri Hilir dan Siak masing-masing 2 titik panas.

Sementara itu, Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Rokan Hulu masing-masing terdeteksi 1 hotspot.

Sebaran titik panas tersebut berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama apabila tidak segera ditangani di lapangan.

Maraknya titik panas turut berdampak terhadap kondisi udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Riau.

BMKG mencatat jarak pandang di Pekanbaru dan Pelalawan mencapai 3,5 kilometer pada pukul 16.00 WIB dengan kondisi diselimuti asap.

Sementara itu, jarak pandang di Rengat mencapai 3 kilometer, sedangkan wilayah Tambang berada pada rentang 5 kilometer.

"Pembaruan visibility pada pukul 16.00 WIB menunjukkan jarak pandang di Pekanbaru dan Pelalawan berada di angka 3,5 kilometer dengan kondisi diselimuti asap. Sementara itu, Rengat mencatat jarak pandang 3 kilometer dan Tambang berada pada rentang 5 kilometer," kata Putri.

Putri mengatakan kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah sekitarnya terpantau cukup pekat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker atau alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks