RIAUAKTUAL (RA) - Belakangan ini, penggemar K-Pop menyadari bahwa idol pujaan mereka sering kali tampil dengan aksesori kecil menyerupai mutiara atau kristal yang menempel di daun telinga.
Idol terkenal seperti Lisa Blackpink, Seungkwan dan Wonwoo Seventeen, Chaeryeong ITZY, hingga San ATEEZ tertangkap kamera menggunakan aksesori ini di telinga mereka. Hal tersebut sontak membuat publik bertanya-tanya tentang benda tersebut.
Aksesori yang dikenal dengan nama ear seeds ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan bagian dari tren perawatan diri yang diklaim mampu meredakan kecemasan hingga demam panggung.
Lantas, benarkah ear seeds memiliki keajaiban medis untuk mencegah stres, atau hanya sekedar sugesti dan tren estetika media sosial?
Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan fakta medis di balik tren ear seeds ini.
Menurut dr Lahargo, ear seeds pada dasarnya adalah bentuk akupresur telinga (auricular acupressure). Pengguna akan menekan biji atau pelet tersebut beberapa kali sehari.
Di luar stimulasi saraf, efek relaksasinya ternyata sangat dipengaruhi oleh ritual psikologis. Ketika seseorang merasa panik dan mulai menekan ear seeds di telinganya, gerakan tersebut berfungsi sebagai grounding cue.
Tindakan ini memaksa seseorang untuk berhenti sejenak, mengatur napas, dan mengalihkan perhatian perhatian dari pikiran yang mengancam kembali kepada sensasi fisik di tubuhnya,
Meski demikian, kemungkinan sensasi tersebut muncul karena efek plasebo juga tidak bisa disingkirkan. Butuh penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas yang sebenarnya.
"Ketika seseorang percaya bahwa suatu tindakan akan membuatnya lebih tenang, otak dapat menghasilkan perubahan nyata dalam persepsi stres, ketegangan tubuh, perhatian, dan respons emosional," jelas dr Lahargo, dikutip dari detikcom.
Ia menambahkan bahwa efek plasebo bukanlah sebuah kebohongan karena respons ekspektasi pengguna terbukti dapat menghasilkan rasa tenang yang nyata.
Namun, meskipun dapat menghasilkan rasa tenang karena efek plasebonya, dr Lahargo mengingatkan bahwa kesehatan mental tidak boleh disederhanakan hanya menjadi lifestyle aesthetic atau gaya hidup semata.
Ear seeds lebih rasional disebut sebagai praktik pendamping yang digabungkan dengan tidur cukup, olahraga, dan latihan pernapasan, bukan sebagai terapi utama.
Pada kasus gangguan kecemasan klinis atau anxiety disorder yang sudah mengganggu fungsi sehari-hari, penanganan utamanya tetap wajib menggunakan terapi yang sudah diakui oleh ahli, seperti Terapi Perilaku Kognitif atau Cognitive Behaviour Therapy (CBT) maupun obat psikofarmaka.
Penggunaan ear seeds secara umum relatif aman, meski pengguna tetap harus waspada terhadap risiko iritasi kulit, rasa nyeri, pusing, hingga biji yang berisiko masuk ke liang telinga.
"Ear seeds boleh menjadi teman relaksasi, tetapi jangan sampai aksesorinya dirawat sementara sumber stresnya dibiarkan," tutupnya.