Pencarian

Podcast Kelupas

Kasus DBD di Pekanbaru Capai 534, DPRD Minta Sosialisasi Pencegahan Diperkuat

Kamis, 20 Agustus 2026 • 05:57:41 WIB
Kasus DBD di Pekanbaru Capai 534, DPRD Minta Sosialisasi Pencegahan Diperkuat
Anggota DPRD Kota Pekanbaru sekaligus Sekretaris Komisi III, Abu Bakar.

PEKANBARU (RA) - Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru yang mencapai 534 kasus mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru sekaligus Sekretaris Komisi III, Abu Bakar, mengatakan tingginya kasus DBD harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya menekan angka kasus tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah terjangkit, tetapi harus dimulai dari pencegahan.

"Dengan tingginya penderita DBD di Kota Pekanbaru hingga mencapai 534 kasus, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Dinkes Pekanbaru. Perlu kerja keras untuk menekan angka kasus agar terus menurun. Salah satunya dengan rutin melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan DBD," ujar Abu Bakar, Kamis (20/8/2026).

Ia menilai sosialisasi pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke tingkat lingkungan masyarakat. Untuk itu, Dinkes perlu melibatkan puskesmas, kader posyandu, serta perangkat RT dan RW dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan.

Abu Bakar juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan pola 3M Plus sebagai langkah sederhana untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

"3M Plus harus terus digerakkan, mulai dari menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," jelasnya.

Selain itu, ia meminta camat dan lurah mengajak masyarakat kembali menggalakkan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tidak memiliki banyak genangan maupun tempat penampungan air terbuka dapat membantu menekan risiko penyebaran DBD.

"Camat dan lurah juga harus terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Paling tidak, dengan lingkungan yang bersih kita bisa bersama-sama mencegah bahaya penyakit DBD," katanya.

Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni mencapai 86 kasus. Posisi kedua ditempati Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus.

Selanjutnya, Kecamatan Bukit Raya mencatat 66 kasus. Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus.

Kasus DBD lainnya tersebar di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 39 kasus, Rumbai 33 kasus dan Rumbai Timur 32 kasus. Kemudian Kecamatan Limapuluh tercatat 31 kasus dan Kulim 28 kasus.

Sementara itu, Kecamatan Sail dan Rumbai Barat masing-masing mencatat 11 kasus. Kecamatan Senapelan dan Sukajadi masing-masing 10 kasus. Sedangkan Pekanbaru Kota menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling rendah, yakni empat kasus.

Abu Bakar berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat terus diperkuat agar kasus DBD di Pekanbaru segera terkendali. 

Menurutnya, pencegahan harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks