KAMPAR (RA) - Sebanyak 81 pelajar SMKN 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan pelajar tersebut mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara empat pelajar masih menjalani perawatan di Puskesmas Suka Ramai.
Kepala Puskesmas Suka Ramai, Nurhaidin, mengatakan jumlah pelajar yang mendapatkan penanganan medis bertambah dari sebelumnya 77 orang menjadi 81 orang.
"Ini kan sudah dua hari, mulai dari hari Selasa kemarin (dilakukan penanganan medis), jumlah sebelumnya 77 pelajar dan kini 81 pelajar, sebagian telah dipulangkan," ungkap Nurhaidin, Rabu (19/8/2026).
Menurut Nurhaidin, penanganan pelajar tidak seluruhnya dilakukan di Puskesmas Suka Ramai. Sejumlah pasien harus ditangani di fasilitas kesehatan lain karena kapasitas puskesmas tidak mencukupi.
"Ada dua pelajar yang dirujuk ke Puskesmas Tandun, Rokan Hulu. Ada juga sebagian penanganan medisnya dilakukan di Puskesmas Petapahan, karena puskesmas ini tak sanggup menampung semuanya," jelasnya.
4 Pelajar Masih Dirawat
Hingga Rabu (19/8/2026), masih terdapat empat pelajar SMKN 1 Tapung Hulu yang menjalani perawatan di Puskesmas Suka Ramai.
Keempat pelajar tersebut masih mendapatkan penanganan medis, termasuk pemasangan infus dan bantuan oksigen.
"Untuk sekarang ada empat pelajar yang dirawat, terpasang infus dan oksigen. Gejala awalnya mual, muntah hingga sesak napas," terang Nurhaidin.
Kasus dugaan keracunan tersebut masih dalam penanganan pihak terkait. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para pelajar setelah menyantap makanan program MBG.