Pencarian

Podcast Kelupas

Dampak Kabut Asap Meningkat, 9.932 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan

Selasa, 06 Oktober 2026 • 21:02:00 WIB
Dampak Kabut Asap Meningkat, 9.932 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota, Markarius Anwar meninjau pelayanan di Puskesmas beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RA) - Dampak kabut asap akibat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru mulai mengkhawatirkan. Hampir 10 ribu warga tercatat mengalami gangguan kesehatan, sejak kondisi kabut asap mulai berdampak pada masyarakat pada akhir Agustus lalu.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, total kumulatif warga terdampak bencana kabut asap mencapai 9.932 orang. Data tersebut dihimpun sejak 25 Agustus 2026 hingga 5 Oktober 2026.

Gangguan kesehatan yang dialami warga didominasi penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Pada Senin (5/10/2026) saja, tercatat 260 pasien mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sementara itu, total pasien yang mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap pada hari yang sama mencapai 281 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan selain ISPA, sejumlah gangguan kesehatan lain juga ditemukan pada warga yang terdampak kabut asap.

"Selain ISPA ada juga Pneumonia, mata merah, iritasi kulit hingga Asma," terang Dedy, Selasa (6/10/2026).

Menurut Dedy, kelompok yang paling rentan terdampak paparan kabut asap adalah kelompok berisiko. Di antaranya balita, anak-anak hingga lanjut usia (lansia).

"Mereka yang terdampak kebanyakan kelompok berisiko yakni balita, anak-anak hingga lansia," ujarnya.

Dedy menambahkan, Tim Penanggung Jawab Program ISPA Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama tim di puskesmas dan rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak kebakaran lahan, termasuk mencermati data kasus yang terjadi di tengah kondisi kualitas udara Pekanbaru yang belum membaik.

Karena itu, Dedy mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terlebih, kualitas udara Kota Pekanbaru masih belum membaik dalam dua hari terakhir.

Warga juga diminta menggunakan masker apabila harus beraktivitas atau bepergian ke luar ruangan. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan kabut asap yang dapat memicu gangguan kesehatan.

"Upaya ini harus dilakukan, karena dalam sehari saja kasus ISPA bisa mencapai 260 kasus lebih. Maka harus ada upaya mencegah gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks