Pencarian

Podcast Kelupas

Badan Lelah tapi Masih Susah Tidur? Kenali Penyebabnya

Rabu, 07 Oktober 2026 • 04:35:00 WIB
Badan Lelah tapi Masih Susah Tidur? Kenali Penyebabnya
Ilustrasi sulit tidur

RIAUAKTUAL (RA) - Pernah merasa badan sudah sangat capek setelah seharian beraktivitas, tetapi ketika berbaring di tempat tidur mata justru sulit terpejam? Kondisi tubuh yang lelah seharusnya menjadi sinyal alami untuk beristirahat, namun pada kenyataannya rasa lelah berlebih sering kali menjadi penyebab susah tidur.

Ada berbagai faktor pemicu yang membuat seseorang mengalami susah tidur meskipun fisiknya sudah lelah. Mulai dari tingkat stres, beban pikiran yang terus aktif, kebiasaan tidur yang kurang baik, konsumsi kafein berlebihan, hingga kondisi tubuh yang terlalu lelah akibat penumpukan otot kaku.

Memahami penyebabnya merupakan langkah penting agar dapat menemukan cara mengatasi susah tidur yang tepat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa faktor pemicu utama yang kerap mengganggu waktu istirahat malam, mengutip detikHealth.

1. Stres

Beban mental akibat pekerjaan atau masalah harian membuat tubuh memproduksi hormon kortisol yang membuat sistem saraf tetap siaga.

2. Pikiran Terus Aktif

Pernah merasa badan sudah capek tetapi pikiran justru terus berjalan? Kondisi ini kerap disebut sebagai tired but wired, yakni ketika tubuh terasa lelah tetapi otak masih aktif memikirkan pekerjaan, masalah, atau rencana untuk keesokan hari.

3. Kebiasaan Tidur yang Kurang Baik

Penggunaan ponsel menjelang tidur (screen time), jadwal tidur yang berubah-ubah, serta lingkungan kamar yang kurang nyaman dapat merusak sinyal alami tubuh untuk beristirahat.

4. Terlalu Lelah

Aktivitas fisik yang berat dapat membuat otot terasa tegang atau pegal. Rasa tidak nyaman tersebut bisa membuat seseorang sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.

Karena itu, tubuh perlu diberi waktu untuk melakukan relaksasi setelah beraktivitas. Peregangan ringan atau mandi dengan air hangat dapat menjadi pilihan sebelum tidur.

5. Konsumsi Kafein

Kopi, teh, minuman energi, dan sejumlah produk lainnya mengandung kafein yang dapat membuat seseorang tetap terjaga. Efek kafein bisa bertahan selama beberapa jam sehingga konsumsinya pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu waktu tidur.

Jika kondisi sulit tidur terjadi berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, hal tersebut perlu diperhatikan. Salah satu gangguan tidur yang dikenal adalah insomnia. Lantas, apa itu insomnia?

Secara umum, insomnia adalah kondisi ketika seseorang kesulitan untuk memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak sehingga tubuh terasa tidak segar saat bangun.

Bagaimana Cara Memulihkan Kualitas Tidur yang Terganggu?

Saat mengalami susah tidur memperbaiki kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi langkah awal. Misalnya, menjaga jadwal tidur tetap teratur, mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur, serta memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk lebih rileks setelah beraktivitas.

Rasa pegal atau tubuh yang terasa kaku setelah beraktivitas seharian juga dapat membuat waktu istirahat kurang nyaman. Kondisi tersebut membuat sebagian orang mencari obat pegal linu untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh.

Namun, menjaga kualitas tidur tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Tubuh yang rileks dan pikiran yang lebih tenang juga diperlukan agar waktu istirahat dapat berjalan dengan nyaman.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks