Pencarian

Podcast Kelupas

Diduga Berasal dari Peternakan Ayam, Serbuan Lalat Kembali Resahkan Warga Kulim Pekanbaru

Sabtu, 25 Juli 2026 • 19:30:18 WIB
Diduga Berasal dari Peternakan Ayam, Serbuan Lalat Kembali Resahkan Warga Kulim Pekanbaru
Ilustrasi.

PEKANBARU (RA) – Warga Jalan Jati Jajar I, Lintas Timur, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan serbuan lalat yang diduga berasal dari peternakan ayam di sekitar kawasan permukiman.

Gangguan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kembali muncul dan dinilai semakin meresahkan. Warga mengaku hingga kini belum ada solusi yang benar-benar mampu mengakhiri persoalan tersebut.

Menurut keterangan warga, lonjakan populasi lalat biasanya terjadi saat peternakan memasuki masa panen maupun ketika bibit atau anakan ayam baru dimasukkan ke dalam kandang. Pada periode tersebut, ribuan lalat disebut langsung menyerbu kawasan permukiman.

"Lalat langsung banyak kalau sudah musim panen atau ayam baru masuk kandang. Dari pagi sampai malam rumah kami dipenuhi lalat," kata seorang warga, Lya, Sabtu (25/7/2026).

Lalat banyak menyebar di lantai rumah warga.

Tak hanya memenuhi halaman rumah, lalat juga masuk ke dalam rumah warga dan menyebar hampir ke seluruh ruangan. Mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, ruang makan hingga kamar mandi disebut dipenuhi lalat sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Lya mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru. Warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang dinilai efektif.

"Sudah bertahun-tahun kami mengalami ini, tetapi sampai sekarang belum ada penyelesaian yang benar-benar tuntas," ujarnya.

Meski menduga sumber serbuan lalat berasal dari peternakan ayam yang berada tidak jauh dari permukiman, warga berharap pemerintah tidak langsung mengambil kesimpulan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan dan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab utama munculnya ledakan populasi lalat tersebut.

Menurut warga, langkah penanganan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan di lapangan agar solusi yang diambil tepat sasaran dan persoalan tidak terus berulang.

Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan lalat dalam jumlah besar juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Warga khawatir lalat yang hinggap di makanan maupun peralatan rumah tangga berpotensi menjadi media penyebaran penyakit apabila kondisi tersebut terus berlangsung.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah yang membidangi kesehatan, lingkungan hidup, dan peternakan segera turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi, mengidentifikasi sumber permasalahan, serta mengambil langkah penanganan yang efektif.

"Kami hanya ingin hidup dengan nyaman di rumah sendiri tanpa harus setiap hari berhadapan dengan serbuan lalat. Sudah terlalu lama kami menunggu solusi," tutup Lya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks