Pencarian

Podcast Kelupas

Pasar Bawah Pekanbaru Mangkrak, DPRD Soroti SP3 dan Desak Proyek Segera Dituntaskan

Selasa, 08 September 2026 • 05:58:21 WIB
Pasar Bawah Pekanbaru Mangkrak, DPRD Soroti SP3 dan Desak Proyek Segera Dituntaskan
Komisi II DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat bersama PT AAS dan Disperindag Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru yang ditargetkan rampung pada 2025 hingga kini belum juga tuntas. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku mitra pengelola proyek.

Komisi II DPRD Kota Pekanbaru pun memanggil manajemen PT AAS dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru untuk membahas kelanjutan proyek tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (7/9/2026) kemarin.

RDP yang digelar di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru itu dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin. Sejumlah anggota Komisi II turut hadir, di antaranya Yasser Hamidy, Samsul Bahri dan Arwinda Gusmalina.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur PT AAS Veladio Pranajaya mengklaim pembangunan kembali digenjot dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, SP3 yang diterbitkan Pemko telah memuat sejumlah kewajiban yang harus segera dipenuhi perusahaan, termasuk melanjutkan pembangunan fisik Pasar Bawah.

"Di dalam SP ketiga itu sudah dituangkan ketentuan-ketentuan yang harus kami selaku pihak mitra laksanakan segera. Salah satunya melanjutkan pembangunan. Itu sudah kami lakukan, kurang lebih sudah berjalan dua minggu dan sekarang masuk minggu ketiga," kata Veladio.

PT AAS juga menyatakan siap memenuhi kewajiban pembayaran kontribusi kepada Pemko Pekanbaru. Perusahaan mengklaim memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan pekerjaan hingga gedung baru dapat difungsikan dan ditempati para pedagang.

"Pembayaran kontribusi juga sudah kami sepakati dan akan segera kami bayarkan dalam waktu dekat. Waktu yang diberikan sekitar tiga bulan untuk fungsional, artinya agar pedagang dapat masuk dan beraktivitas di gedung yang baru," ujarnya.

Di tengah belum rampungnya revitalisasi, Veladio menyebut progres fisik pembangunan Pasar Bawah saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.

Namun, sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan, terutama penyempurnaan interior dan fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan atau AC.

"Kondisi gedung saat ini, bagian interiornya hampir rampung. Untuk fisik sekitar 80 persen. Namun, masih ada kelengkapan yang belum kami penuhi, seperti pemasangan AC secara sempurna. Sebagian memang sudah terpasang, tetapi belum seluruhnya aktif," jelasnya.

PT AAS pun optimistis mampu menyelesaikan pekerjaan yang tersisa dalam waktu tiga bulan sesuai tenggat yang diberikan.

"Yang penting kami menyanggupi terkait SP3 ini dan kami optimistis bisa menyelesaikan Pasar Bawah," tegas Veladio.

Meski demikian, perusahaan mengakui masih menghadapi kendala. Persoalan pendanaan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pembangunan sebelumnya berjalan tidak maksimal.

"Kendalanya mungkin kendala perusahaan, terutama mengenai pendanaan. Ada hambatan mengenai pendanaan, itu saja kendalanya," ungkapnya.

Selain pendanaan, perubahan sejumlah bagian desain yang harus disesuaikan dengan kondisi eksisting bangunan di lapangan juga membuat pengerjaan berjalan lebih lambat.

"Selain itu, ada beberapa perubahan gambar dengan kondisi eksisting yang membuat pekerjaan agak lambat," sambung Veladio.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin menilai masih terdapat persoalan yang belum sinkron antara pihak-pihak yang terlibat dalam revitalisasi Pasar Bawah.

Menurutnya, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan kejelasan mengenai perizinan dan kewajiban masing-masing pihak.

"Perintahnya suruh cepat, sementara izinnya juga belum dikeluarkan dan belum dijalani. Jadi tidak klop," kata Zainal.

DPRD, lanjut Zainal, tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut-larut. Karena itu, Komisi II berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

Pertemuan tersebut dinilai penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kewajiban, perizinan serta target penyelesaian revitalisasi Pasar Bawah.

“Makanya kita mau tahu bagaimana sebenarnya supaya ini selesai. Kalau sekarang pihak ini ngomong begini, pihak yang lain ngomong begitu, jadi tidak cocok dan tidak ketemu,” tegasnya.

Zainal mengatakan DPRD akan menyesuaikan jadwal agar seluruh pihak dapat hadir dalam pertemuan berikutnya.

"Kita lihat dulu jadwal yang pas sehingga semua pihak bisa hadir. Karena kadang kita undang hari ini, yang satu tidak bisa hadir, yang lain juga tidak bisa hadir. Jadi kita akan lakukan pertemuan lagi," tutupnya.

Revitalisasi Pasar Bawah kini kembali mendapat tenggat waktu setelah Pemko Pekanbaru menerbitkan SP3. PT AAS mengaku optimistis menyelesaikan proyek dalam tiga bulan, sementara DPRD meminta seluruh pihak memastikan komitmen tersebut benar-benar diwujudkan di lapangan.

Pasar Bawah sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan di Pekanbaru. Karena itu, DPRD menilai penyelesaian revitalisasi tidak boleh kembali tersendat agar pedagang dan masyarakat segera mendapatkan kepastian mengenai pemanfaatan gedung baru tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks