PEKANBARU (RA) – Politeknik Kampar (Polkam) memastikan keikutsertaannya dalam Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang akan digelar pada 6-8 Agustus 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru. Melalui satu stan pameran, perguruan tinggi vokasi tersebut akan memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi berbasis kelapa sawit yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa.
Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika, mengatakan keikutsertaan Politeknik Kampar di SIEXPO 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kontribusi nyata dunia pendidikan vokasi dalam mendukung pengembangan industri sawit nasional.
"Selain memperkenalkan program studi yang dimiliki Politeknik Kampar, kami juga akan menampilkan berbagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang seluruhnya memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku," ujar Nina kepada riauaktual.com, Rabu (8/7/2026).
Berbagai produk inovatif yang akan dipamerkan antara lain biochar, biodiesel, minyak sawit merah, biogrease, kertas berbahan tandan kosong kelapa sawit (tankos), pupuk organik, serta sabun berbahan baku sawit.
Menurut Nina, seluruh inovasi tersebut merupakan hasil riset terapan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas sawit sekaligus mendorong pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi.
Ia berharap kehadiran Politeknik Kampar di SIEXPO 2026 menjadi sarana memperkenalkan peran institusi dalam pengembangan pendidikan vokasi, riset terapan, dan inovasi teknologi di bidang perkebunan serta pengolahan kelapa sawit.
Selain itu, partisipasi dalam pameran ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan pelaku industri, pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hilirisasi produk sawit, pengelolaan limbah sawit, serta penerapan teknologi yang berkelanjutan.
"Melalui SIEXPO 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Politeknik Kampar memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan industri sawit nasional, khususnya di Provinsi Riau, melalui pendidikan vokasi yang menghasilkan inovasi yang siap diterapkan di dunia industri," tutup Nina.