Pencarian

Podcast Kelupas

Mahasiswa KKN FISIP UNRI Belajar Langsung di Kandang Puyuh, Gali Peluang Bisnis hingga Ketahanan Pangan

Selasa, 30 Juni 2026 • 13:10:00 WIB
Mahasiswa KKN FISIP UNRI Belajar Langsung di Kandang Puyuh, Gali Peluang Bisnis hingga Ketahanan Pangan
Mahasiswa KKN FISIP UNRI Belajar Langsung di Kandang Puyuh.

PEKANBARU (RA) - Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) turun langsung ke peternakan puyuh petelur DeKings Farm dan Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu di Komplek Trans Jasa Industri, Jalan Cipta Karya, Pekanbaru. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengenal potensi ekonomi kerakyatan berbasis peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa didampingi petugas Bidang Mutu Wahidun serta Bidang Kemitraan dan Niaga Rian Hidayat. 

Mereka tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga ikut memanen telur, memberi pakan, hingga mempelajari cara perawatan burung puyuh secara langsung.

Di tengah rintik gerimis, Senin (29/6) malam, para mahasiswa tampak antusias menyusun telur puyuh ke dalam tray. Pengalaman memanen telur langsung dari kandang menjadi sensasi tersendiri bagi mereka.

"Ihh... telurnya masih anget, kadang masih ada hangat badan si puyuh. Cangkangnya totol-totol, telurnya glowing," celetuk salah seorang mahasiswi sambil tersenyum saat memanen telur.

Suasana kandang semakin hidup dengan suara telur yang saling beradu di dalam tray. Aroma sekam, pakan konsentrat, hingga suara burung puyuh membuat para mahasiswa merasakan pengalaman yang berbeda dibanding hanya melihat produk jadi di pasaran.

"Pak, boleh tiap hari panen telurnya? Boleh pegang burung puyuhnya? Ini bertelur tiap hari ya, Pak?" tanya salah seorang mahasiswa dengan penuh rasa penasaran.

Tak hanya memanen, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi itu juga berdiskusi dengan Ketua Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu, Raja Adil Siregar. 

Mereka menggali berbagai persoalan peternakan, mulai dari harga pakan, harga jual telur, biaya operasional hingga strategi menghadapi naiknya harga pakan dan turunnya harga telur di pasaran.

Ketua Kelompok KKN FISIP Berdampak Membangun Negeri, M. Favian Abdullah, turut menanyakan sistem pemasaran hasil ternak kepada para peternak.

Menjawab pertanyaan tersebut, Raja Adil Siregar menjelaskan bahwa hasil produksi dipasarkan langsung kepada konsumen dan warung-warung sekitar agar harga tetap kompetitif.

"Pasar kita langsung ke konsumen atau warung-warung sekitar. Tentunya harga dapat bersaing karena telur yang dijual dalam kondisi segar. Kita juga melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar dalam penjualannya," jelas Raja.

Menurut Raja, peluang usaha ternak puyuh tidak hanya berasal dari penjualan telur. Burung puyuh yang sudah tidak produktif masih memiliki nilai ekonomi sebagai pedaging, sementara kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat.

"Manfaatnya banyak. Telurnya bisa dijual setiap hari, puyuh afkir bisa jadi pedaging, sedangkan kotorannya kita jadikan pupuk organik untuk tanaman program ibu-ibu PKK. Saat ini sudah mulai kita uji coba untuk tanaman cabai dan sayuran, ke depan akan terus dikembangkan," ujarnya.

Ia menambahkan, kelompok ternak juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pengolahan telur puyuh menjadi berbagai produk makanan saat ada pesanan tertentu.

"Kalau ada pesanan telur olahan, ibu-ibu di sini juga yang mengerjakannya. Ini tentu menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi masyarakat," tambah Raja.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Soleman, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai menjadi momentum kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.

"Ini adalah momentum penting. Kami yang berkecimpung di peternakan tentunya menyambut baik kehadiran adik-adik KKN. Kami bisa saling bertukar pikiran dan berkolaborasi untuk mengembangkan potensi peternakan di lingkungan ini," kata Soleman.

Berikut Mahasiswa KKN FISIP Berdampak Membangun Negeri:

1. M Favian Abdullah
2. Angga Syahputra
3. Anggun Syafitri
4. Annisa Zahra
5. Avril Ebriyan Hadi
6. Bima Aulia
7. Irfan Fadhly
8. Indri Asmarani
9. Rifkiansyah Zaidan
10. ?Naurah Nazhiraah
11. Rakha Muhammad
12. Yudhistira Wicaksono

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks