Pencarian

Podcast Kelupas

Capaian IBL di Riau Tunjukkan Tren Positif, Peringkat ke-12 Nasional

Senin, 06 Juli 2026 • 19:38:00 WIB
Capaian IBL di Riau Tunjukkan Tren Positif, Peringkat ke-12 Nasional
Ilustrasi.

PEKANBARU (RA) - Capaian Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) di Provinsi Riau terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2026, Provinsi Riau berada di peringkat 12 Nasional dengan menyentuh 28.443 jiwa atau sebesar 25,28 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli menyebutnya capaian tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hulu dengan 4.831 jiwa atau 40,31 persen.

"Disusul Kampar 6.539 jiwa atau 39,33 persen, Kota Pekanbaru 3.640 jiwa atau 24,45 persen, Rokan Hilir 2.628 jiwa atau 23,40 persen dan Indragiri Hulu 1.639 jiwa atau 22,69 persen," katanya.

Setelahnya, dikatakan Zulkifli, berada di Kabupaten Pelalawan dengan 1.660 jiwa atau 21,03 persen, Kepulauan Meranti 597 jiwa atau 18,60 persen.

"Kemudian pada Kota Dumai 981 jiwa atau 16,03 persen, Indragiri Hilir 1.523 jiwa atau 14,80 persen serta Kuantan Singingi 777 jiwa atau 14,37 persen," katanya.

Zulkifli menyebutnya, Imunisasi Baduta (Bawah Dua Tahun) Lengkap ini diberikan pada anak usia usia 18 sampai dengan 24 bulan. Diberikan imunisasi lanjutan berupa DPT-HB-Hib booster serta MR booster.

"Upaya ini akan terus diperkuat agar setiap bayi dan baduta di Provinsi Riau memperoleh haknya untuk mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal," ungkapnya.

Dinkes Provinsi Riau juga mengajak seluruh orang tua untuk tidak ragu membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau Posyandu terdekat apabila ada imunisasi yang belum lengkap.

"Imunisasi merupakan cara yang aman, efektif, dan terbukti mampu mencegah berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti campak, difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, dan lainnya," katanya.

Pihaknya berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program imunisasi dengan memastikan setiap bayi dan baduta mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usianya.

Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk sehingga seluruh anak di Provinsi Riau terlindungi dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

"Anak yang tidak mendapatkan imunisasi, berisiko lebih tinggi terkena penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kecacatan permanen, komplikasi berat, bahkan kematian. Selain membahayakan diri sendiri, anak yang tidak diimunisasi juga dapat menjadi sumber penularan sehingga meningkatkan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya dapat dicegah," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks