PEKANBARU (RA) - Harga jual minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sejumlah perusahaan di Provinsi Riau mengalami penurunan pada periode penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit 24-30 Juni 2026. Kondisi ini berdampak pada turunnya harga TBS baik untuk petani plasma maupun mitra swadaya.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang digelar di Kantor Dinas Perkebunan Riau, Selasa (23/6/2026), mayoritas perusahaan mengalami koreksi harga jual CPO.
"Secara umum, harga jual CPO perusahaan di Riau pada periode ini mengalami penurunan. Hal tersebut turut mempengaruhi penetapan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 Juni 2026, sehingga harga TBS baik untuk petani plasma maupun mitra swadaya juga mengalami penurunan," kata Defris.
Meski demikian, Defris menyebut masih terdapat beberapa perusahaan yang mencatatkan kenaikan harga jual CPO. Kenaikan terutama terjadi di lingkungan PTPN IV Regional III.
Tercatat, seluruh unit PTPN IV Regional III, yakni Sei Buatan, Sei Tapung, Sei Intan, Tanah Putih, Lubuk Dalam, Sei Garo, dan Sei Galuh, menetapkan harga jual CPO sebesar Rp15.335 per kilogram atau naik Rp54 dibanding periode sebelumnya.
Selain itu, PT Inecda juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp15.305 per kilogram atau naik Rp99 dari pekan sebelumnya.
Sementara itu, sejumlah perusahaan lainnya justru mencatatkan penurunan harga cukup signifikan. PT Buana Wiralestari Mas dan PT Ramajaya Pramukti misalnya, menetapkan harga CPO sebesar Rp14.999 per kilogram atau turun Rp156.
Penurunan juga terjadi di PT Meganusa Intisawit yang menetapkan harga Rp14.611 per kilogram atau turun Rp154. Bahkan, PT Rigunas Agri Utama PMKS Peranap mencatat penurunan terdalam, yakni sebesar Rp250 menjadi Rp14.750 per kilogram.
"Fluktuasi harga CPO di tingkat perusahaan menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan harga TBS sawit di Riau. Karena itu, perubahan harga jual CPO akan langsung mempengaruhi besaran harga TBS yang diterima petani," jelas Defris.
Berikut beberapa harga jual CPO perusahaan yang menjadi acuan penetapan harga TBS periode 24-30 Juni 2026:
PTPN IV Regional III (Sei Buatan, Sei Tapung, Sei Intan, Tanah Putih, Lubuk Dalam, Sei Garo dan Sei Galuh): Rp15.335/kg (naik Rp54)
PT Buana Wiralestari Mas: Rp14.999/kg (turun Rp156)
PT Ramajaya Pramukti: Rp14.999/kg (turun Rp156)
PT Meganusa Intisawit: Rp14.611/kg (turun Rp154)
PT Eka Dura Indonesia: Rp15.435/kg
PT Kimia Tirta Utama: Rp15.435/kg
PT Sari Lembah Subur: Rp15.435/kg
PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui I dan II: Rp14.829/kg (turun Rp75)
PT Inti Indosawit Subur PMKS Buatan I dan II: Rp14.910/kg (turun Rp75)
PT Rigunas Agri Utama PMKS Peranap: Rp14.750/kg (turun Rp250)
PT Surya Agrolika Reksa: Rp15.229,33/kg (turun Rp120)
PT Adimulia Agrolestari: Rp15.250/kg (turun Rp131)
PT Adei Plantation & Industry: Rp15.150/kg (turun Rp75)
PT Graha Permata Hijau: Rp15.256/kg (turun Rp162)
PT Indomakmur Sawit Berjaya: Rp15.225/kg
PT Inecda: Rp15.305/kg (naik Rp99).