Pencarian

Podcast Kelupas

Kepala Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Beri Manfaat bagi Seluruh Rakyat

Ahad, 09 Agustus 2026 • 08:33:00 WIB
Kepala Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Beri Manfaat bagi Seluruh Rakyat
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy saat menutup langsung event SIEXPO 2026 di Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy menegaskan, pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit harus dibarengi dengan penguatan ekosistem dari sektor hulu hingga hilir.

Menurutnya, hilirisasi tidak akan berjalan optimal apabila sektor hulu tidak dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Karena itu, pengembangan perkebunan, peningkatan produktivitas, hingga pengolahan berbagai produk turunan sawit harus dilakukan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Hilirisasi tidak bisa jalan jika ekosistem tidak berkembang, hilirisasi tidak jalan jika hulu tidak diurus dengan baik,” ujar Rachmat dalam penutupan Sawit Indonesia Expo & Conference (SIEXPO) 2026 di Ballroom SKA-Coex, Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/8/2026).

Rachmat mengatakan, penguatan sektor hulu dan hilir harus dilakukan secara bersamaan agar industri kelapa sawit tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menilai perkebunan dan pertanian merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Karena itu, kebijakan maupun perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan dokumen dan program, tetapi harus memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Perkebunan dan pertanian adalah bagian dari pembangunan nasional, perencanaan yang baik dilaksanakan saja tidak cukup, harus dirasakan dengan baik,” katanya.

Dalam konteks industri sawit, Rachmat menilai SIEXPO menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sekaligus menyatukan arah pengembangan industri kelapa sawit nasional.

Ia berharap pengembangan industri sawit ke depan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pastikan produksi kelapa sawit bisa dinikmati semua rakyat Indonesia, dan yang menghasilkan ikut makmur,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan kelapa sawit memiliki posisi strategis bagi Indonesia, khususnya Riau yang merupakan salah satu sentra perkebunan sawit nasional.

Menurut Syahrial, tantangan industri sawit ke depan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga menaikkan kelas industri sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat semakin besar.

Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, terus mendorong penguatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pembenahan tata kelola industri sawit. Upaya tersebut juga mencakup pengaturan harga bagi pekebun yang bermitra dan peningkatan sertifikasi.

Syahrial menekankan peningkatan produksi sawit tidak harus dilakukan dengan membuka atau memperluas lahan baru. Produktivitas kebun yang sudah ada justru dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Peningkatan produksi tidak harus dengan membuka lahan baru. Produktivitas kebun yang ada masih bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan SIEXPO yang dinilai konsisten dan menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan 2026, jumlah pengunjung telah mencapai ribuan orang dan ditargetkan menembus 10.000 pengunjung hingga kegiatan berakhir.

Syahrial turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah mendengarkan aspirasi daerah, termasuk terkait pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit.

Ia menyebut sekitar 20 persen perkebunan sawit Indonesia berada di Riau. Dengan proporsi tersebut, Riau juga memperoleh sekitar 20 persen dari dana yang dikucurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), termasuk untuk program beasiswa sawit.

“Terima kasih kepada Pak Menteri yang mendengarkan aspirasi kami. Saya waktu menjadi Kadis Perkebunan terus memperjuangkan karena rasio 20 persen sawit Indonesia ada di Riau,” ujarnya.

Ketua SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan, hingga Sabtu (8/8/2026), penyelenggaraan SIEXPO & Conference 2026 telah dihadiri 9.488 pengunjung. Jumlah tersebut diharapkan menembus lebih dari 10.000 pengunjung sesuai target penyelenggara.

“Kegiatan ini dihadiri 185 peserta pameran dari dalam dan luar negeri dan diikuti oleh negara tetangga, Singapura, China, Turki, Malaysia. Artinya SIEXPO telah menjadi magnet industri kelapa sawit nasional dan internasional,” kata Qayuum.

SIEXPO 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat yang berlangsung selama tiga hari, 6-8 Agustus 2026, di SKA Coex, Pekanbaru.

Selain pameran, kegiatan juga diisi seminar, konferensi, serta field trip ke fasilitas pembibitan Topaz. Dengan format tersebut, SIEXPO tidak hanya menjadi ajang bisnis dan promosi teknologi, tetapi juga wadah pertukaran pengetahuan dan edukasi bagi pelaku industri maupun masyarakat.

Qayuum berharap SIEXPO dapat terus digelar setiap tahun dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk memperkuat posisi Riau sebagai salah satu barometer industri kelapa sawit nasional maupun internasional.

“Kami harapkan kegiatan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah Riau agar berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks