Pencarian

Podcast Kelupas

Hilang di Sungai Kampar, Boiko Gulo Belum Ditemukan hingga Hari Ketujuh

Senin, 10 Agustus 2026 • 16:21:24 WIB
Hilang di Sungai Kampar, Boiko Gulo Belum Ditemukan hingga Hari Ketujuh
Proses pencarian korban masih dilakukan, Senin (10/8/2026).

KAMPAR (RA) - Pencarian Boiko Gulo (25), warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang diduga tenggelam di Sungai Kampar, memasuki hari ketujuh pada Senin (10/8/2026). Hingga hari terakhir pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP), korban belum ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, upaya pencarian masih dilakukan oleh Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama tim gabungan.

"Sudah H7, upaya Satgas TRC masih dilakukan," ujar Candra saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Candra menjelaskan, berdasarkan SOP, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan selama tujuh hari.

Dengan demikian, Senin menjadi hari terakhir pencarian sesuai batas waktu yang ditetapkan dalam SOP.

Meski demikian, berakhirnya masa pencarian tujuh hari tidak otomatis membuat operasi langsung dihentikan.

BPBD Kampar terlebih dahulu akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan keluarga korban serta unsur terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

"SOP hanya tujuh hari, tapi nanti mau dirapatkan dulu dengan pihak keluarga dan rencananya nanti kita briefing dulu," katanya.

Menurut Candra, keputusan mengenai perpanjangan atau penghentian operasi akan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari hasil pencarian selama tujuh hari, kondisi di lapangan, hingga hasil koordinasi dengan keluarga korban dan unsur terkait.

Boiko Gulo diduga tenggelam setelah melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Laporan kejadian diterima BPBD Kampar sekitar pukul 08.05 WIB. Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar.

Tim yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari BPBD Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, perangkat Desa Merangin, serta masyarakat setempat.

Sedikitnya 28 personel dikerahkan untuk mencari korban. Tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet, mesin tempel 25 PK, peralatan selam, pelampung, kendaraan operasional, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Pada hari kedua pencarian, area penyisiran diperluas hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi Boiko diduga tenggelam.

Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Namun, hingga memasuki hari ketujuh, pencarian belum membuahkan hasil. Boiko Gulo masih belum ditemukan.

BPBD Kampar kini akan mengevaluasi seluruh proses pencarian serta berkoordinasi dengan keluarga korban dan unsur terkait sebelum menentukan apakah operasi pencarian akan diperpanjang atau dihentikan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks