PEKANBARU (RA) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengukuhkan sebanyak 225 Ketua RT-RW dan pengurus Dasawisma se-Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (11/8/2026).
Pengukuhan tersebut berlangsung di Ballroom Grand Elit Hotel, Jalan Riau, Pekanbaru. Para Ketua RT-RW dan pengurus Dasawisma yang dikukuhkan diharapkan dapat segera menjalankan tugas dan berperan aktif dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Wako Agung mendorong seluruh Ketua RT-RW yang baru saja dikukuhkan agar tidak hanya menjalankan tugas secara administratif. Mereka diminta langsung turun ke lingkungan masing-masing untuk melihat dan menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Menurutnya, Ketua RT dan RW memiliki posisi strategis karena menjadi bagian pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah kota.
"Membantu pemerintah juga dalam pembangunan, baik dalam pemberdayaan masyarakat sendiri. Bagaimana supaya bisa berkolaborasi dengan pemerintah kota," kata Wako Agung.
Ia menekankan pentingnya para Ketua RT-RW untuk rutin memantau kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Hal tersebut mencakup berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Mulai dari persoalan kebersihan lingkungan, warga yang membutuhkan bantuan, hingga kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan, diharapkan dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pemerintah.
Dengan demikian, pemerintah dapat lebih cepat merespons berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Maka pemerintah hadir melalui RT RW ini, perpanjangan tangan di tingkat paling bawah," jelasnya.
Agung berharap para Ketua RT-RW yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kolaborasi antara RT-RW, masyarakat dan Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai penting untuk mendukung pembangunan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Keberadaan RT dan RW, lanjutnya, bukan hanya sebagai struktur pemerintahan di tingkat lingkungan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah.
Dengan aktif turun ke lapangan, berbagai persoalan di lingkungan diharapkan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan secara lebih efektif.