PEKANBARU (RA) – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar lelang PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Selasa (9/6/2026) masih bertahan di level tinggi. Bahkan, harga tertinggi tercatat mencapai Rp15.155 per kilogram.
Berdasarkan hasil tender KPBN, harga CPO tertinggi terjadi di Pelakar Jaya (KTJ) sebesar Rp15.155 per kg. Sementara itu, harga CPO di Dumai ditetapkan sebesar Rp15.105 per kg dan Duri mencapai Rp15.025 per kg.
Untuk wilayah lainnya, harga CPO di Duku tercatat Rp14.955 per kg, Tanjung Buyu Rp14.850 per kg, dan Parindu Rp14.665 per kg. Sementara tender CPO di Luwu tidak mendapatkan penawaran dari peserta lelang.
Secara umum, rata-rata harga CPO yang terbentuk pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp14.946 per kg. Kondisi tersebut menunjukkan harga CPO masih bertahan di atas level Rp14.800 per kg dan relatif stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, tender Palm Kernel Oil (PKO) atau minyak inti sawit belum berhasil mencatatkan transaksi. Seluruh tender PKO di sejumlah lokasi seperti Semakin, Dumai, Lampung dan Palembang berstatus withdraw (WD) karena penawaran pembeli masih jauh di bawah harga yang diharapkan penjual.
Penawaran tertinggi PKO hanya berada di kisaran Rp24.500 hingga Rp25.300 per kg, sedangkan harga penawaran penjual (counter) masih bertahan di atas Rp27.900 per kg.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas Palm Kernel (PK) atau inti sawit. Seluruh tender di berbagai lokasi berstatus withdraw karena belum tercapai kesepakatan harga antara pembeli dan penjual.
Penawaran tertinggi untuk inti sawit berada di level Rp12.560 per kg, sementara harga counter penjual masih berada pada kisaran Rp12.127 hingga Rp13.147 per kg.
Pelaku pasar menilai belum terjadinya transaksi PKO dan PK menunjukkan masih adanya perbedaan ekspektasi harga yang cukup lebar antara pembeli dan penjual. Sebaliknya, pasar CPO masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat dengan harga yang tetap berada di atas level Rp15.000 per kg di sejumlah pelabuhan utama.
Kondisi ini berpotensi memberikan sentimen positif terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani, khususnya di Provinsi Riau yang merupakan salah satu sentra produksi sawit terbesar di Indonesia.