Pencarian

Podcast Kelupas

Karhutla di Rupat Bengkalis Membara, Asap Pekat dan Angin Jadi Tantangan

Sabtu, 06 Juni 2026 • 07:29:00 WIB
Karhutla di Rupat Bengkalis Membara, Asap Pekat dan Angin Jadi Tantangan
Karhutla di Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (5/6)2026). (foto: Manggala Agni)

PEKANBARU (RA) - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, masih menghadapi tantangan berat.

Angin kencang yang melanda lokasi kebakaran membuat api lebih cepat menjalar dan menyulitkan petugas dalam mengendalikan kobaran api.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memperberat proses pemadaman, Jumat (5/6/2026) kemarin.

Upaya pemadaman karhutla di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau. (foto: Manggala Agni)

"Siang tadi asap lumayan pekat. Angin kencang juga mempercepat penjalaran api di lokasi kebakaran," kata Ferdian.

Menurutnya, asap tebal yang menyelimuti kawasan kebakaran turut menghambat jarak pandang petugas di lapangan.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara ekstra hati-hati agar api tidak semakin meluas.

Untuk memperkuat penanganan, Manggala Agni mengerahkan dua tim dari Daops Siak yang bekerja sejak pagi hingga siang hari.

Selain itu, bantuan personel tambahan dari Kota Jambi dan Muara Tebo juga telah tiba di lokasi pada sore hari.

Upaya pemadaman karhutla di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau. (foto: Manggala Agni)

"Sore tadi tim dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat ke lokasi dan akan mulai beroperasi besok," ujarnya.

Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat maupun udara.

Dari udara, satu unit helikopter diterjunkan untuk membantu menjatuhkan air ke titik-titik api yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Sementara itu, di darat, satu unit ekskavator terus dioperasikan untuk membuat sekat bakar dan embung sebagai sumber cadangan air bagi tim pemadam yang bertugas di lapangan.

"Excavator terus membantu penyekatan dan pembuatan embung-embung untuk mendukung operasi pemadaman," jelas Ferdian.

Ia menambahkan, penanganan karhutla di Tanjung Kapal melibatkan berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri hingga tim pemadam dari perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi, yakni PT SRL dan PT Priatama.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memperburuk situasi.

Saat ini, tim gabungan terus berupaya menahan laju api agar tidak merembet ke area lain. Petugas juga melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan guna meminimalkan risiko perluasan kebakaran.

"Dengan dukungan tambahan personel dan peralatan yang terus diperkuat, proses pemadaman diharapkan dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa hari ke depan," harapnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks