Pencarian

Podcast Kelupas

Harimau Sumatera Muncul di Siak, Pekerja Sawit Nyaris Jadi Korban

Selasa, 21 Juli 2026 • 15:29:46 WIB
Harimau Sumatera Muncul di Siak, Pekerja Sawit Nyaris Jadi Korban
Harimau Sumatera nyaris menyerang seorang warga di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

PEKANBARU (RA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan terus meningkatkan pemantauan dan langkah mitigasi setelah menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang warga di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada 21 Juli 2026. Menindaklanjuti laporan itu, tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna memastikan kronologi serta kondisi di lokasi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, tim segera ditugaskan melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut," kata Supartono, Selasa (21/7/2026).

Hasil penelusuran di lapangan mengungkap, insiden terjadi pada 14 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Agus, pekerja kebun milik Ahmad Rokani, sedang mengangkut hasil panen kelapa sawit menggunakan sepeda motor.

Secara tiba-tiba seekor Harimau Sumatera muncul dari arah belakang, kemudian melompat ke arah sepeda motor hingga mencakar keranjang yang dibawa korban. Beruntung, Agus segera memacu kendaraannya sehingga berhasil menyelamatkan diri dan terhindar dari serangan lanjutan.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor Harimau Sumatera di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan. Satwa itu terlihat melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan.

Namun, ketika berpapasan dengan kendaraan yang dikendarai Amir, harimau tersebut berbalik arah dan kembali ke parit tanpa menunjukkan perilaku agresif maupun menyerang pengendara.

Menindaklanjuti dua laporan tersebut, tim BBKSDA Riau melakukan pengecekan di lokasi. Meski demikian, petugas tidak menemukan jejak ataupun tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

"Berdasarkan keterangan warga setempat, kemunculan Harimau Sumatera di kawasan tersebut bukan merupakan kejadian baru. Satwa ini diketahui beberapa kali melintas, namun selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku menyerang masyarakat," ujar Supartono.

Ia menegaskan, BBKSDA Riau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta para pihak terkait untuk melakukan pemantauan intensif sekaligus memperkuat upaya mitigasi konflik satwa liar.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut," tegasnya.

BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas seorang diri di kawasan yang diduga menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari.

Warga juga diminta mengaktifkan patroli siskamling serta segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila mengetahui keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau area aktivitas masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks