PEKANBARU (RA) – Sebaran kabut asap kembali terpantau di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Kondisi tersebut terlihat dari citra sebaran asap yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia, mengatakan berdasarkan citra sebaran asap, fenomena tersebut memang terlihat hampir di sebagian besar wilayah Riau.
"Memang terpantau sebaran asap hampir di sebagian besar wilayah Riau," kata Bella.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan terbaru, fenomena asap terpantau di sekitar Kota Pekanbaru dan wilayah Tambang. Jarak pandang di dua wilayah tersebut berada pada kisaran 4,5 hingga 5 kilometer.
Sementara itu, kondisi berbeda terpantau di Bandar Udara Japura Rengat dan Pos Pengamatan Pelalawan. Di dua lokasi tersebut, petugas BMKG belum mendeteksi adanya fenomena asap.
Pergerakan angin juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sebaran asap di Riau. Bella menyebut angin saat ini masih didominasi dari arah tenggara hingga barat daya dan bergerak menuju barat laut hingga utara.
"Ini yang memungkinkan adanya kiriman asap dari wilayah selatan," ujarnya.
Dengan pola angin tersebut, terdapat kemungkinan asap yang berada di Riau merupakan kiriman dari wilayah selatan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan asap berasal dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, Bella mengatakan hal tersebut memungkinkan jika melihat pola sebaran asap yang terpantau.
"Jika dilihat dari sebaran asapnya, ada kemungkinan dari wilayah tersebut," ujarnya.
Selain kondisi atmosfer, BMKG juga terus memantau keberadaan titik panas atau hotspot di wilayah Riau. Berdasarkan pemantauan terbaru pada pukul 09.00 WIB, terdeteksi satu hotspot di wilayah Kota Pekanbaru dengan tingkat kepercayaan sedang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebaran asap di Riau tidak hanya perlu dilihat dari keberadaan hotspot lokal, tetapi juga dipengaruhi arah dan pola pergerakan angin yang dapat membawa asap dari wilayah lain.
BMKG Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan kondisi kualitas udara dan jarak pandang, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun saat berkendara.