PEKANBARU (RA) – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi kualitas udara yang sebelumnya sempat membaik kini kembali memburuk pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI US) Pekanbaru berada di angka 392 atau masuk kategori Berbahaya. Polutan utama yang terpantau adalah PM10 dengan konsentrasi mencapai 507,2 µg/m³.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi pada akhir Agustus lalu ketika kualitas udara Pekanbaru sempat membaik dan berada pada kategori sedang. Kini, kualitas udara kembali mengalami penurunan seiring munculnya kabut asap.
Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada kondisi yang perlu diwaspadai. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 59,3 µg/m³ dengan kategori Tidak Sehat.
Grafik pemantauan BMKG memperlihatkan konsentrasi PM2.5 berada di atas 50 µg/m³ pada sejumlah waktu pemantauan. Setelah sempat berada di kisaran 36 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi kembali meningkat hingga mencapai sekitar 63 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan masih berada di kisaran 59 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, data IQAir mencatat kondisi cuaca Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB dengan suhu 29 derajat Celsius, kecepatan angin 7 km per jam dan kelembapan 62 persen.
Kondisi udara yang kembali memburuk ini menjadi perhatian bagi masyarakat. Warga, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok yang sensitif terhadap polusi udara, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan asap semakin pekat.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel polutan. Kondisi kualitas udara perlu terus dipantau karena angka konsentrasi polutan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan asap.
Kembalinya Pekanbaru ke level berbahaya menjadi perkembangan terbaru setelah kualitas udara sempat menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari terakhir.