Pencarian

Podcast Kelupas

Api Karhutla di Rupat Masih Aktif, Manggala Agni Datangkan Personel dari Jambi

Kamis, 04 Juni 2026 • 21:24:31 WIB
Api Karhutla di Rupat Masih Aktif, Manggala Agni Datangkan Personel dari Jambi
Upaya pemadaman karhutla di Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kamis (4/6/2026).

PEKANBARU (RA) - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, masih terus berlangsung hingga Kamis (4/6/2026).

Tim gabungan terus berjibaku di lapangan untuk mencegah api meluas ke area yang lebih luas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan titik api aktif masih ditemukan di lokasi kebakaran sehingga proses penanganan terus dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur yang terlibat.

Menurutnya, strategi utama yang saat ini dilakukan adalah penyekatan api menggunakan dukungan alat berat guna membatasi pergerakan kobaran api di kawasan yang terbakar.

"Api aktif masih ada di lokasi kebakaran Tanjung Kapal, Rupat. Saat ini proses penyekatan terus dilakukan dengan bantuan alat berat. Penanganan berjalan baik berkat kerja sama antara Manggala Agni, Kepolisian, TNI, BPBD, dan pihak perusahaan," ujar Ferdian.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Manggala Agni akan menambah kekuatan personel mulai Jumat (5/6/2026).

Sebanyak tiga tim tambahan akan diterjunkan ke lokasi guna memperkuat operasi pemadaman yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Tiga tim tersebut masing-masing berasal dari Daops Siak, Daops Kota Jambi, dan Daops Muara Tebo, Provinsi Jambi.

"Besok kami menambah tiga tim Manggala Agni, masing-masing satu tim dari Daops Siak, satu tim dari Kota Jambi, dan satu tim dari Muara Tebo, Jambi," katanya.

Selain menambah personel, dukungan sarana dan prasarana juga terus dioptimalkan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengerahkan alat berat untuk membuat embung atau tampungan air di sekitar area kebakaran.

Embung tersebut dibangun secara bertahap dengan jarak sekitar 50 meter antar titik guna memudahkan tim pemadam memperoleh pasokan air saat melakukan pemadaman di lapangan.

"Alat berat kami arahkan untuk membuat embung-embung dengan jarak sekitar 50 meter. Embung ini akan menjadi sumber air bagi tim pemadam darat sehingga mereka bisa lebih maju untuk memukul kepala api," jelas Ferdian.

Tak hanya melalui jalur darat, operasi pemadaman juga mendapat dukungan dari udara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu menjinakkan kobaran api di lokasi yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Helikopter tersebut melakukan penyiraman dari udara guna menurunkan intensitas api sekaligus membantu proses pendinginan di area yang masih terbakar.

"Helikopter water bombing BNPB juga turut membantu proses pemadaman hari ini," tutup Ferdian.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di lokasi kebakaran.

Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks