INHU (RA) - Festival Pacu Sampan Kocik Danau Meduyan di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (30-31/5/2026).
Kegiatan yang digelar perdana tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Inhu Hendrizal yang hadir mewakili Bupati Ade Agus Hartanto.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu Wakapolres Inhu Kompol Lasarus Sinaga, Camat Rengat Barat Yanti Elfina, Kapolsek Rengat Barat Kompol Amriadi, para kepala desa se-Kecamatan Rengat Barat serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi perlombaan.
Ketua Panitia Festival Pacu Sampan Kocik, M Ridwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya melestarikan budaya masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ia menyebutkan sebanyak 42 sampan turut ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung selama dua hari tersebut.
"Kami berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas. Juara memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menjaga silaturahmi," ujar Ridwan.
Ridwan yang juga menjabat Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Inhu berharap Festival Pacu Sampan Kocik Danau Meduyan dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan.
Sementara itu, Wakil Bupati Inhu Hendrizal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut yang dinilai mampu menjaga tradisi sekaligus menjadi sarana hiburan masyarakat.
Dalam sambutannya, Hendrizal meminta Camat Rengat Barat agar kegiatan Pacu Sampan Kocik Danau Meduyan dapat diagendakan secara rutin setiap tahun.
"Kita agendakan kegiatan ini, bukan hanya di Danau Meduyan saja, tetapi juga bisa dilaksanakan di beberapa desa lain yang ada di Kecamatan Rengat Barat," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 14 Juni 2026 mendatang akan digelar Pacu Sampan Kocik di Danau Raja, Kecamatan Rengat, yang akan melibatkan tiga pendayung dalam setiap sampan.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan dayung secara simbolis oleh Wakapolres Inhu Kompol Lasarus Sinaga kepada salah seorang peserta sebagai tanda dimulainya perlombaan.
"Festival ini diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya olahraga dayung sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat di wilayah Rengat Barat," harap Hendrizal.