KAMPAR (RA) - Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) menggandeng Telkomsel untuk mempercepat penanganan wilayah tanpa sinyal atau blankspot. Sejumlah solusi disiapkan untuk memperluas akses komunikasi dan internet hingga ke pelosok desa.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Diskominfo Kampar dan manajemen Telkomsel di Kantor Telkomsel Cabang Bangkinang, Selasa (21/7/2026).
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe mengatakan pemerataan jaringan telekomunikasi menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, aktivitas ekonomi hingga penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
"Akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami menyampaikan pemetaan serta laporan masyarakat terkait beberapa area yang masih mengalami keterbatasan sinyal atau weakspot maupun blankspot," kata Lukmansyah.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian berada di kawasan pelosok, termasuk Kampar Kiri Hulu dan daerah sekitar Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.
"Harapan kita bersama, kolaborasi dengan Telkomsel ini mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga," ujarnya.
377 BTS Jadi Andalan
Berdasarkan data teknis yang disampaikan Diskominfo Kampar, terdapat lebih dari 400 ribu pelanggan aktif Telkomsel di Kabupaten Kampar.
Wilayah tersebut juga ditopang sekitar 377 tower BTS yang disebut menyumbang sekitar 30 persen dari total infrastruktur Telkomsel di Provinsi Riau.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kampar dan Telkomsel membahas sejumlah opsi untuk mempercepat peningkatan kualitas jaringan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan tower macro baru yang membutuhkan investasi dan waktu.
Salah satu langkah yang dibahas adalah optimalisasi tower yang telah tersedia melalui penyesuaian jaringan dan peningkatan kapasitas. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat jangkauan sinyal ke desa-desa yang selama ini mengalami kualitas jaringan lemah.
Selain itu, kedua pihak membahas pengembangan tower berukuran kecil atau microcell di kawasan permukiman dan pelosok desa.
Pemkab Kampar dan pemerintah desa diharapkan dapat memberikan dukungan dari sisi perizinan maupun ketersediaan lokasi untuk mempercepat pemasangan infrastruktur tersebut.
Mobile BTS Disiapkan
Pertemuan itu juga membahas kesiapan penggunaan Cellular on Wheels atau Mobile BTS untuk mendukung kebutuhan jaringan dalam berbagai kegiatan besar di Kabupaten Kampar.
Dukungan mobile genset turut menjadi perhatian sebagai langkah mitigasi ketika terjadi pemadaman listrik pada BTS yang berada di titik-titik strategis.
Telkomsel juga menyatakan kesiapan mendukung berbagai kegiatan besar Pemkab Kampar sebagai mitra telekomunikasi dengan melakukan penguatan kapasitas jaringan sesuai kebutuhan di lokasi kegiatan.
Selain persoalan sinyal, Diskominfo Kampar dan Telkomsel membahas perlindungan infrastruktur telekomunikasi. Kedua pihak mendorong edukasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga perangkat telekomunikasi dari aksi pencurian.
Koordinasi juga akan diperkuat untuk mencegah terputusnya kabel fiber optik akibat pengerjaan proyek fisik di lapangan.
Pertemuan tersebut turut membahas pemanfaatan layanan konvergensi untuk mendukung kebutuhan internet di kantor pelayanan desa dan berbagai fasilitas publik.
Pemkab Kampar dan Telkomsel selanjutnya berencana melakukan evaluasi pemetaan wilayah prioritas secara berkala setiap enam bulan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan blankspot sekaligus memastikan akses komunikasi dan internet dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata hingga ke pelosok Kabupaten Kampar.