Pencarian

Podcast Kelupas

Siak Dapat Rp5,5 Miliar dari APBN untuk Revitalisasi Istana Siak, Ajukan Tambahan Rp9 Miliar

Rabu, 22 Juli 2026 • 22:25:38 WIB
Siak Dapat Rp5,5 Miliar dari APBN untuk Revitalisasi Istana Siak, Ajukan Tambahan Rp9 Miliar
Bupati Siak Afni Zulkifli menerima kunjungan kerja Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bersama anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Riau Karmila dan jajaran kementerian.

SIAK (RA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak memastikan berhasil memperoleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp5,5 miliar untuk revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri. 

Namun, dana tersebut dinilai belum mencukupi sehingga Pemkab kembali mengajukan tambahan anggaran Rp9 miliar kepada Kementerian Kebudayaan.

Hal itu disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli saat menerima kunjungan kerja Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bersama anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Riau Karmila dan jajaran kementerian mitra di Kota Siak, Rabu (22/7/2026).

"Alhamdulillah, tahun ini Istana Siak dan Balairung Sri memperoleh alokasi anggaran revitalisasi sebesar Rp5,5 miliar dari APBN. Insyaallah pekerjaan mulai dilaksanakan tahun ini," kata Afni.

Menurutnya, anggaran tersebut masih bersifat penanganan awal sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan revitalisasi. Pemkab Siak juga memprioritaskan pemugaran Tangsi Belanda yang hingga kini belum mendapat alokasi anggaran.

Karena itu, Pemkab Siak mengajukan tambahan dana sebesar Rp9 miliar untuk APBN Tahun Anggaran 2027-2028. Rinciannya, Rp4 miliar untuk penyempurnaan revitalisasi Istana Siak, Rp2,5 miliar untuk Balairung Sri, dan Rp2,5 miliar untuk pemugaran Tangsi Belanda.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku terkesan dengan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak. Ia menyatakan siap mengawal usulan tambahan anggaran tersebut.

"Kami sudah melihat langsung kondisi Tangsi Belanda, Istana Siak, dan Balairung Sri. Insyaallah akan kami sampaikan kepada Menteri Kebudayaan agar revitalisasi cagar budaya di Siak menjadi salah satu prioritas pemerintah," ujarnya.

Dalam surat resmi kepada Menteri Kebudayaan tertanggal 22 Juli 2026, Pemkab Siak menjelaskan bahwa dana APBN 2026 sebesar Rp5,5 miliar terdiri dari Rp3 miliar untuk Istana Siak dan Rp2,5 miliar untuk Balairung Sri. 

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk penanganan darurat, penyusunan Detail Engineering Design (DED), jasa konsultan pengawas, serta manajemen pelaksanaan proyek.

Secara keseluruhan, kebutuhan revitalisasi tiga bangunan cagar budaya tersebut mencapai Rp14,5 miliar. Setelah dikurangi alokasi APBN 2026, masih terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp9 miliar yang diharapkan dapat dipenuhi pemerintah pusat pada 2027.

Afni berharap tambahan anggaran tersebut dapat direalisasikan agar revitalisasi Istana Siak, Balairung Sri, dan Tangsi Belanda dapat dilakukan secara menyeluruh sebagai upaya melestarikan warisan sejarah Kabupaten Siak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks