PEKANBARU (RA) - Dugaan kasus pelecehan seksual mencuat di lingkungan Universitas Riau (UNRI). Seorang oknum dokter berinisial LH yang bertugas di Klinik Sehat kampus tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap mahasiswi yang berobat.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah mahasiswi membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Unggahan itu kemudian viral di Instagram, salah satunya melalui akun @sudut_fkip.
Tak hanya satu orang, korban diduga mencapai puluhan mahasiswi. Mereka mengaku mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan saat pemeriksaan berlangsung di ruang tertutup tanpa didampingi tenaga medis lain seperti perawat.
“Waktu dicek, saya disuruh buka dua kancing baju bagian atas dengan alasan pemeriksaan. Tapi saat diperiksa, terasa seperti menyentuh payudara, bukan dada,” ujar salah seorang mahasiswi yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pengakuan lain juga menyebut oknum dokter tersebut kerap menghubungi pasien setelah pemeriksaan.
“Dia sering menghubungi saya setelah berobat karena punya nomor telepon saya. Kadang telepon atau video call, tapi tidak pernah saya respon,” kata mahasiswi lainnya.
Seiring viralnya kasus ini, berbagai komentar dari warganet yang mengaku korban juga bermunculan. Salah satunya datang dari akun @sweetgurrlllll yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.
“Aku kenal dokter ini, gue juga korban. Pernah berobat sama beliau. Sumpah persis seperti yang diceritakan, diajak chat, ditanya hal-hal yang tidak berhubungan dengan penyakit. Aku jadi takut,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.
Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa tindakan yang dilakukan oknum dokter tersebut tidak hanya terjadi pada satu korban.
Menanggapi hal ini, pihak kampus melalui akun resmi @humasuniversitasriau menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan yang masuk.
“Terima kasih untuk laporannya. Universitas Riau segera menindaklanjuti laporan melalui Satgas PPKPT. Mohon bantuan untuk korban dapat segera melapor ke @satgasppkpt_unri. Identitas pelapor adalah rahasia. Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya,” tulis pihak kampus.