DUMAI (RA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Jurnalistik bertajuk “Peran Artificial Intelligence dalam Jurnalistik: Menjaga Kualitas, Kredibilitas, dan Etika Pers di Era Digital” yang digelar di Gedung Balai Sri Bunga Tanjung, Selasa (11/8/2026).
Sebanyak 75 wartawan dari media cetak, elektronik, dan siber mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen PWI Dumai agar wartawan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara tepat, tanpa mengabaikan etika jurnalistik, independensi, akurasi, serta ketentuan hukum di ruang digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Dumai, Paisal, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, unsur Forkopimda, Wakil Bendahara PWI Pusat Herlina, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar, Sekretaris PWI Riau Doni Dwi Putra beserta jajaran pengurus, Kepala Diskominfotiksan Kota Dumai Hasan Basri, serta pimpinan perusahaan dan mitra PWI Dumai.
Ketua PWI Kota Dumai Bambang Prayetno mengatakan perkembangan AI tidak dapat dihindari dalam industri media. Karena itu, wartawan harus mampu memanfaatkan teknologi tersebut sekaligus memahami batasan-batasannya.
"Teknologi AI saat ini berkembang sangat cepat dan menjadi alat bantu yang tidak bisa kita hindari dalam industri media. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan wartawan di Kota Dumai tidak hanya piawai mengadopsi teknologi modern, tetapi tetap teguh memegang etika, independensi, serta menjaga kredibilitas karya jurnalistiknya," kata Bambang.
Menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung pekerjaan wartawan, bukan menggantikan proses jurnalistik yang membutuhkan verifikasi dan pertimbangan profesional.
Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar mengapresiasi langkah PWI Dumai tersebut. Ia menilai kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi penting untuk menjaga eksistensi dan kualitas pers di era digital.
"AI bisa membantu mempercepat proses pencarian data atau pengolahan informasi, namun roh dari pers adalah akurasi, etika, dan kebenaran faktual. Penilaian manusia (human judgment) dan ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik tetap menjadi benteng utama agar pers tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat," tegasnya.
Dukungan juga disampaikan Wali Kota Dumai, Paisal. Ia menilai pers yang profesional dan mampu beradaptasi dengan teknologi memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan daerah.
"Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung upaya peningkatan kapasitas rekan-rekan media. Di tengah arus informasi yang begitu masif, kemajuan teknologi AI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pemberitaan, bukan malah memicu penyebaran hoaks," kata Paisal.
Ia juga berharap wartawan terus meningkatkan profesionalisme, termasuk memahami aspek hukum seperti UU ITE, serta menyajikan berita yang edukatif, berimbang, dan tepercaya bagi publik.
Workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ahli Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair yang membahas tantangan etika dan regulasi pemanfaatan AI di ruang redaksi, serta Kanit Pidum Polres Dumai Ipda Dimas Arsa Ramadhan yang memaparkan aspek hukum dan penerapan UU ITE untuk meminimalisasi potensi pelanggaran hukum dalam aktivitas jurnalistik di ruang digital.
Sesi diskusi interaktif dipandu Penasehat PWI Kota Dumai Bambang Rio Hendriyanto sebagai moderator.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber dan seluruh peserta workshop.
Melalui kegiatan ini, PWI Kota Dumai menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpegang pada etika, independensi, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.