Pencarian

Podcast Kelupas

Riset Perkebunan Digenjot, Kadisbun Riau: Harus Lahirkan Inovasi dan Sejahterakan Petani

Senin, 20 April 2026 • 13:19:28 WIB
Riset Perkebunan Digenjot, Kadisbun Riau: Harus Lahirkan Inovasi dan Sejahterakan Petani
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah terus mendorong penguatan sektor perkebunan melalui riset dan pengembangan. Dukungan pendanaan hingga kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. 

Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau, Supriadi, mengatakan saat ini berbagai program penelitian telah berjalan dengan dukungan pemerintah pusat, termasuk pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta keterlibatan sejumlah perguruan tinggi. 

"Memang ada program yang diberikan pemerintah melalui dukungan pendanaan dari BPDP dan melibatkan berbagai perguruan tinggi," kata pria yang akrab disapa Ucup ini, Senin (20/4/2026). 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau juga aktif berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Sejumlah kajian telah dilakukan, terutama terkait pengembangan produk turunan perkebunan hingga penguatan kelembagaan petani. 

"BRIDA sudah banyak melakukan kajian, baik untuk produk turunan maupun penguatan kelembagaan. Ini nantinya menjadi masukan penting untuk memperbaiki tata kelola perkebunan ke depan," jelasnya. 

Ucup menegaskan, pihaknya terbuka terhadap berbagai hasil penelitian yang bertujuan memajukan industri perkebunan, baik dari sisi hulu maupun hilir. Menurutnya, keseimbangan antara budidaya dan pengolahan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor ini. 

"Kita tetap mendukung apapun kajian yang dilakukan untuk kemajuan industri perkebunan kita, baik di hilir berupa produk turunan maupun di sektor hulunya," ujarnya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap terlibat dalam berbagai forum diskusi bersama akademisi dan pemangku kepentingan untuk merumuskan konsep pengembangan perkebunan yang lebih komprehensif. 

"Dalam beberapa pertemuan, kita membahas bagaimana konsep pengembangan perkebunan, mulai dari budidaya di hulu hingga hilirnya. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki tata kelola, sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada masyarakat," tambahnya. 

Salah satu fokus kajian yang tengah dikembangkan adalah pola tumpang sari atau intercropping agar pemanfaatan lahan bisa lebih optimal. Kajian tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga keberlanjutan lahan. 

"Di BRIDA sudah ada kajian bagaimana tumpang sari bisa lebih maksimal," ungkap Ucup. 

Selain itu, berbagai program penelitian juga didukung langsung oleh BPDP, baik dalam bentuk penguatan kelembagaan maupun pendanaan riset di perguruan tinggi dan lembaga lainnya. 

Ucup menegaskan, pihaknya selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap program riset yang bertujuan memperbaiki sektor perkebunan. 

"Saya selalu sampaikan bahwa kami sangat mendukung, asalkan itu untuk pengembangan dan perbaikan perkebunan ke depan," tegasnya. 

Lebih jauh, ia berharap seluruh hasil penelitian tidak berhenti pada kajian semata, tetapi mampu melahirkan inovasi nyata yang bisa menjawab berbagai persoalan di lapangan. 

"Kita berharap seluruh riset melahirkan inovasi dan solusi dari berbagai persoalan yang ada. Dan itu bermuara pada kesejahteraan petani," tutupnya. 

Sebagai langkah konkret, Ucup juga mendorong jajarannya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar kontribusi perkebunan semakin besar, baik bagi daerah maupun nasional. 

"Saya juga sampaikan kepada kepala bidang, mari kita berkolaborasi agar sektor perkebunan bisa berkontribusi lebih, baik untuk daerah maupun nasional," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks