Pencarian

Podcast Kelupas

Implementasi B50 Dinilai Tak Ganggu Ekspor Sawit, Devisa Justru Berpotensi Naik

Ahad, 19 April 2026 • 18:33:33 WIB
Implementasi B50 Dinilai Tak Ganggu Ekspor Sawit, Devisa Justru Berpotensi Naik
Ilustrasi biodiesel B50.

PEKANBARU (RA) - Kebijakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 ke B50 disebut tidak serta-merta menurunkan ekspor sawit Indonesia. Bahkan, nilai ekspor berpotensi meningkat seiring kenaikan harga global. 

Pakar Agribisnis, Dr Tungkot Sipayung, menjelaskan dampak terhadap ekspor sangat bergantung pada total produksi sawit nasional. 

"Dengan B50, kebutuhan CPO domestik untuk FAME, bahan baku biodiesel sekitar 16 juta ton. Ditambah untuk pangan dan oleokimia, total kebutuhan domestik sekitar 24 juta ton," ujarnya. 

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) ini menjelaskan, jika produksi nasional pada 2026 mencapai sekitar 57 juta ton (CPO dan PKO), maka Indonesia masih memiliki potensi ekspor sekitar 33 juta ton. 

"Angka ini hampir sama dengan volume ekspor 2025 yang sekitar 33,49 juta ton," jelasnya. 

Dengan hitungan tersebut, kata Tungkot, implementasi B50 tidak otomatis menekan ekspor, selama produksi tetap terjaga. "Kuncinya produksi CPO kita terjaga dan harus bisa naik," kata dia. 

Kalaupun terjadi penurunan volume ekspor, menurut Tungkot, nilai ekspor justru bisa meningkat. 

Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak sawit dunia yang mengikuti tren kenaikan harga minyak fosil yang melonjak akibat perang di timur tengah. 

"Kenaikan harga minyak dunia akan mendorong harga sawit naik. Jadi meskipun volume sedikit turun, nilai ekspor bisa lebih tinggi," katanya. 

Selain itu, penguatan konsumsi domestik melalui biodiesel juga memberi stabilitas bagi industri sawit nasional. 

"Pasar domestik menjadi lebih kuat, sehingga industri tidak terlalu tergantung pada fluktuasi pasar global," tambahnya. 

Ia menegaskan bahwa kebijakan B50 merupakan keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan peluang ekspor. 

"Ini bukan trade-off, tapi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia, baik di pasar domestik maupun global," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks