PEKANBARU (RA) - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (16/4/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari reformasi TNI-Polri hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi berlangsung dengan membawa atribut demonstrasi dan orasi secara bergantian. Massa mendesak pemerintah untuk melanjutkan agenda reformasi di tubuh TNI dan Polri, serta melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi yang menerima perwakilan mahasiswa menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Karena ini aspirasi masyarakat, tentu akan kita suarakan dan perjuangkan. Mana yang menjadi kewenangan provinsi akan kita tindaklanjuti, dan yang menjadi kewenangan pusat akan kita teruskan,” ujar Tarmizi
Ia menjelaskan, salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah keberlanjutan reformasi TNI-Polri agar berjalan lebih optimal. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dinilai perlu pengawasan lebih ketat.
“Mahasiswa meminta Satgas serius dalam pengawasan HTI, termasuk terhadap pihak-pihak yang memegang kerja sama operasi (KSO) dalam pengelolaan lahan,” jelasnya.
Tak hanya itu, isu Dana Bagi Hasil (DBH) juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa mendorong adanya revisi regulasi agar daerah penghasil mendapatkan porsi yang lebih adil.
“Untuk DBH, ini juga akan kita suarakan melalui pansus yang ada di DPRD Riau, dan kita teruskan ke pemerintah pusat melalui jalur resmi,” tambahnya.
Mahasiswa juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Riau. DPRD, kata Tarmizi, siap menjalankan fungsi pengawasan tersebut sebagai bagian dari tugas legislatif.
Sementara terkait tuntutan evaluasi total program MBG dan koperasi Merah Putih, DPRD Riau memastikan akan meneruskan aspirasi tersebut ke DPR RI dan pemerintah pusat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dan ditutup dengan penyerahan tuntutan secara simbolis oleh perwakilan mahasiswa kepada DPRD Riau.