Pencarian

Podcast Kelupas

Masih Bertahan Hingga Hari Ketiga, Gelombang Massa Aksi Bertambah

Rabu, 15 April 2026 • 10:37:55 WIB
Masih Bertahan Hingga Hari Ketiga, Gelombang Massa Aksi Bertambah
Aksi unjuk rasa AMMP di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Rabu (15/4/2026).

PEKANBARU (RA) - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) masih bertahan di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Rabu (15/4/2026).

Mereka masih menunggu kepastian atas tuntutan menolak relokasi pada kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Pantauan Riau Aktual, gelombang massa aksi menambah jumlahnya. Hal tersebut terlihat semakin banyak jumlah tenda yang mereka dirikan.

Di mana, pada hari pertama hanya tiga tenda. Sementara, pada hari ini tampak lima tenda.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau M Job Kurniawan menyebutkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan.

"Sudah kita upayakan dan komunikasikan dengan Kemenhut. Sudah janji akan zoom siang tadi," kata M Job, Selasa (14/4/2026).

Namu, dikatakan Job, hal tersebut ditolak oleh perwakilan massa aksi. Dikarenakan, mereka hanya ingin melakukan komunikasi daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Ditolak oleh mereka. Karena maunya zoom dengan Presiden," pungkasnya.

Berdasarkan data Pemprov Riau, sekitar 10.600 hektare lahan di TNTN saat ini ditempati oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, relokasi yang telah terealisasi baru mencapai 633 hektare atau mencakup 227 KK.

Artinya, masih diperlukan sekitar 9.966 hektare lahan pengganti yang telah dipetakan. Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov Riau menyatakan siap mengawal proses tersebut hingga tuntas.

“Soal lahan pengganti sudah kami sampaikan ke pusat, sudah kami surati ke pusat,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.

Ia memastikan, selama proses relokasi belum berjalan sepenuhnya, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan.

"Bagi masyarakat yang belum direlokasi, masih diperbolehkan untuk memanen. Tak akan diganggu," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks