Pencarian

Podcast Kelupas

5 Atlet Muaythai Bengkalis Borong Medali di Kejurnas, Bupati Bidik PON 2028

Jumat, 14 Agustus 2026 • 19:25:00 WIB
5 Atlet Muaythai Bengkalis Borong Medali di Kejurnas, Bupati Bidik PON 2028
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bengkalis, Ardiansyah.

BENGKALIS (RA) - Prestasi membanggakan ditorehkan lima atlet Muaythai asal Kabupaten Bengkalis di ajang Indonesia Muaythai Championship 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kelima atlet tersebut berhasil membawa pulang medali dari kejuaraan yang berlangsung pada 4-9 Agustus 2026 tersebut.

Raihan itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Pemkab berharap prestasi tersebut menjadi modal bagi para atlet untuk terus berkembang hingga mampu memperkuat kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan pemerintah daerah bangga dengan pencapaian para atlet muda Bengkalis.

"Kita berharap prestasi ini tidak hanya berhenti di sini. Atlet yang sudah mengharumkan nama Bengkalis ini diharapkan tidak berpuas diri sampai di sini. Terus latihan dan meningkatkan kemampuan, sehingga di event selanjutnya bisa lebih baik lagi," ujar Ardiansyah, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela acara Ekraf2026 di Gedung Jell Belanda (Huis Van Behauring), Jalan Pahlawan, Kota Bengkalis.

Dalam Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026, lima atlet Bengkalis berhasil meraih medali, yakni:

1. Galank Ananda Dyra - medali perak.
2. Cahaya Aqila Lessnusa - medali perak.
3. Ananda Wahyu Wiraatmaja - medali perunggu.
4. Amira Khansa Lessnusa - medali perunggu.
5. M. Alfatih Lessnusa - medali perunggu.

Kejuaraan tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan diikuti sekitar 460 atlet dari seluruh Indonesia.

Para peserta terbagi dalam sejumlah divisi dan kelompok usia, mulai dari youth usia 16-23 tahun, elite usia 16-40 tahun, Class Fight Profesional, hingga kelompok remaja usia 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun dan 15-16 tahun.

Selain pertandingan, kejuaraan juga mempertandingkan kategori Wai Khruu atau seni yang terdiri dari Muay Boran dan Muay Aerobic.

Ardiansyah mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan adanya potensi besar atlet Muaythai Bengkalis untuk berkembang lebih jauh.

Menurutnya, para atlet masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi PON 2028.

"Peluang besar sudah nampak di depan mata, pelaksanaan PON 2028. Pihaknya berharap atlet yang berprestasi dari Bengkalis hari ini bisa mewakili Riau pada pelaksanaan PON tersebut," katanya.

Ia berharap para atlet tidak berhenti mengejar prestasi di tingkat nasional.

"Kita berharap mereka bisa berbicara lebih banyak lagi di event nasional, yang terdekat tentunya dalam ajang PON 2028 mendatang. Masih ada waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi PON 2028," tandasnya.

Salah satu atlet yang meraih medali adalah Ananda Wahyu Wiraatmaja.

Menurut Dakeslim, yang akrab disapa Ikes, orang tua Ananda sekaligus mantan atlet bela diri, putranya sebenarnya memiliki peluang untuk meraih medali emas atau perak.

Ananda sempat unggul poin dalam pertandingan. Namun, cedera bahu yang dialaminya pada detik-detik terakhir semifinal membuat peluang tersebut sirna.

"Sudah unggul poin, namun di detik-detik terakhir cedera bahu, akhirnya kalah dan meraih perunggu," pungkas Dakeslim.

Raihan lima medali tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga bela diri di Bengkalis.

Dengan waktu menuju PON 2028 yang masih cukup panjang, para atlet diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan konsistensi untuk membuka peluang tampil membawa nama Riau di ajang olahraga nasional tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks