Pencarian

Podcast Kelupas

Lontarkan Kata Kasar ke Pemain, PSPS Akan Bawa Persoalan Wasit Ginanjar ke Manager Meeting

Senin, 28 September 2026 • 14:26:40 WIB
Lontarkan Kata Kasar ke Pemain, PSPS Akan Bawa Persoalan Wasit Ginanjar ke Manager Meeting
Laga PSPS Pekanbaru vs Sumsel United.

PEKANBARU (RA) - Kemenangan PSPS Pekanbaru atas Sumsel United dengan skor 2-1 pada matchday ketiga Liga 2 Indonesia 2026/2027 diwarnai persoalan terkait kepemimpinan wasit.

Manajemen PSPS Pekanbaru memastikan sejumlah kejadian dalam pertandingan tersebut akan dibawa ke forum manager meeting pada 1 Oktober 2026.

Manajer PSPS Pekanbaru, Miftakhul Fahamsyah, mengatakan pihaknya hingga kini belum melaporkan wasit Ginanjar Rahman Latief kepada Komite Wasit PSSI.

Namun, persoalan yang terjadi dalam laga PSPS kontra Sumsel United akan disampaikan dalam forum tersebut.

"Kebetulan besok tanggal 1 Oktober ada manager meeting, beberapa hal yang terjadi di laga PSPS melawan Sumsel kemarin akan menjadi bahan yang kami sampaikan dalam forum tersebut," kata Miftakhul, Senin (28/9/2026).

Sorotan terhadap kepemimpinan wasit sebelumnya disampaikan pelatih kepala PSPS, Akhyar Ilyas. Ia mengaku sebenarnya enggan membahas kinerja perangkat pertandingan.

Namun, menurut Akhyar, ada sejumlah keputusan wasit yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya terkait dugaan ucapan kasar kepada pemain PSPS.

"Sebenarnya ada satu hal di pertandingan ini, tapi saya sebenarnya tidak mau berbicara soal kinerja wasit," ujar Akhyar seusai pertandingan.

Akhyar kemudian mengungkapkan bahwa dirinya melihat beberapa keputusan wasit yang dinilai keliru. Namun, ia paling menyayangkan dugaan ucapan kasar yang ditujukan kepada pemainnya.

"Saya melihat ada beberapa kali wasit salah dalam mengambil keputusan. Dan yang paling menyakitkan buat saya ketika dia (wasit) mengatakan hal-hal kotor kepada pemain saya," katanya.

Akhyar bahkan menyebut kata yang diduga dilontarkan wasit kepada pemain PSPS.

"Dia (wasit) mengatakan anjing kepada pemain saya dan saya tidak respect dengan wasit Ginanjar yang mengatakan seperti itu," tegasnya.

Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian PSSI, khususnya Komisi Wasit.

"Ini harus mendapatkan perhatian khusus dari PSSI, khususnya Komisi Wasit," ujarnya.

Akhyar juga mengaku sempat menyampaikan protes kepada Marjukih yang bertugas sebagai wasit cadangan. Namun, protes tersebut berujung kartu kuning untuk dirinya.

"Saya mempertanyakan dan protes kepada wasit cadangan dan kemudian wasit memberikan saya kartu kuning," ungkap Akhyar.

Menurut Akhyar, sikap saling menghormati harus tetap dijaga oleh seluruh pihak dalam pertandingan.

"Saya pikir kita sudah cukup respect dengan wasit, sehingga wasit kita harapkan respect dengan pemain dan pelatih," katanya.

Pemain PSPS, Ihsan Siregar, juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengaku mendapat respons berupa perkataan kasar ketika melakukan protes kepada wasit.

"Ya tadi saya agak protes sedikit, tapi wasit ngancam kartu kuning dan mengatakan anjing. Saya kaget dan mengadu ke pelatih," ujar Ihsan.

Persoalan tersebut terjadi di tengah keberhasilan PSPS mengamankan tiga poin dari kandang Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (26/9/2026).

PSPS sempat tertinggal setelah Achmad Aidil membawa Sumsel United unggul pada menit ke-9.

Askar Bertuah kemudian bangkit pada babak kedua. Antonio Gamaroni menyamakan kedudukan pada menit ke-72.

Empat menit berselang, Nathan Siringoringo mencetak gol kemenangan untuk PSPS.

Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut menjadi kemenangan beruntun kedua PSPS Pekanbaru di Liga 2 Indonesia musim 2026/2027.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks