RIAU (RA) - Tiga mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau tampil dalam forum ilmiah internasional 7th Jogjakarta Communication Conference yang digelar di Malaysia.
Ketiganya yakni Muhammad Nafri Yandi, Mutiara Fatimah, dan Wilda Junintan. Mereka mempresentasikan riset tentang komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) di era digital dalam membangun kepercayaan publik.
Konferensi tersebut berlangsung pada 15-17 April 2026 di Eastin Penang Hotel, Malaysia, dan diikuti ratusan akademisi dari berbagai negara.
Dalam presentasinya, Nafri menjelaskan bahwa perkembangan platform digital telah mengubah cara perusahaan menyampaikan program CSR.
"Sekarang perusahaan aktif menggunakan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan LinkedIn untuk membangun narasi sosial secara berkelanjutan," ujarnya.
Namun, ia menilai kemudahan distribusi informasi juga memicu meningkatnya sikap kritis publik terhadap klaim sosial perusahaan.
"Di tengah derasnya arus informasi, publik menjadi lebih kritis. Karena itu, transparansi, konsistensi pesan, dan interaksi dua arah menjadi kunci dalam membangun kepercayaan," tambahnya.
Penelitian tersebut menemukan tiga pola utama komunikasi CSR, yakni storytelling berbasis dampak, keterlibatan digital dengan publik, serta pendekatan berbasis indikator dan data.
Menurut Nafri, pendekatan berbasis interaksi digital menjadi yang paling efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat.
"Digital engagement terbukti paling efektif karena melibatkan komunikasi dua arah dengan masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara narasi CSR dan implementasi di lapangan.
"Kami menemukan banyak perusahaan yang kuat di storytelling, tapi belum didukung data yang terverifikasi. Ini yang memicu keraguan publik," ungkapnya.
Sementara itu, Kaprodi PMI UIN Suska Riau, Yefni, menilai keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional menjadi indikator berkembangnya tradisi akademik kampus.
"Partisipasi ini tidak hanya prestasi individual, tetapi juga refleksi kematangan tradisi akademik yang terus tumbuh di kampus," ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa di forum global menjadi bagian penting dalam memperkuat reputasi kampus di tingkat internasional.
Konferensi ini sendiri menghadirkan 189 paper, baik secara langsung maupun daring, yang menunjukkan tingginya perhatian akademisi global terhadap isu komunikasi kontemporer.