Pencarian

Podcast Kelupas

Keluarga Buruh Sawit Juga Bisa Dapat Beasiswa Sawit, Ini Syarat Lengkapnya

Ahad, 31 Mei 2026 • 09:38:00 WIB
Keluarga Buruh Sawit Juga Bisa Dapat Beasiswa Sawit, Ini Syarat Lengkapnya
Ilustrasi beasiswa sawit. (AI)

JAKARTA (RA) – Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tidak hanya diperuntukkan bagi anak pekebun kelapa sawit. Keluarga karyawan atau pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit juga berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis melalui program tersebut.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkelapasawitan sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari industri sawit.

Melalui jalur keluarga karyawan atau pekerja perkebunan kelapa sawit, anak, suami, maupun istri pekerja sawit dapat mengikuti seleksi beasiswa dengan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

Dikutip dari situs resmi beasiswa sawit, peserta wajib berusia maksimal 23 tahun per 16 Juni 2025 serta melengkapi dokumen administrasi berupa pas foto 4x6 berlatar belakang biru, KTP atau surat keterangan domisili, kartu keluarga, akta kelahiran, surat keterangan sehat, dan surat keterangan tes buta warna yang ditandatangani dokter.

Selain itu, calon penerima juga harus menunjukkan bukti kelulusan pendidikan. Bagi lulusan SMA atau sederajat, nilai rata-rata rapor semester I hingga V minimal 7. Khusus peserta dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), dan daerah perbatasan, nilai rata-rata minimal yang dipersyaratkan adalah 6.

Sementara bagi lulusan perguruan tinggi, peserta wajib memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Untuk peserta dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, daerah 3T, dan daerah perbatasan, IPK minimal yang dipersyaratkan adalah 2,50.

Tidak hanya calon penerima beasiswa, orang tua, suami, atau istri yang bekerja sebagai karyawan atau pekerja perkebunan sawit juga harus memenuhi ketentuan tertentu. Mereka wajib melampirkan surat keterangan bekerja dari perusahaan atau pemberi kerja yang menyatakan telah bekerja minimal dua tahun.

Untuk pekerja tetap, surat keterangan cukup diterbitkan oleh perusahaan atau atasan langsung. Sedangkan bagi pekerja harian atau borongan, surat keterangan tersebut harus diketahui oleh kepala desa atau pihak yang berwenang di wilayah setempat.

Selain persyaratan administrasi, peserta juga diwajibkan menandatangani sejumlah surat pernyataan. Di antaranya surat izin mengikuti pendidikan dari orang tua atau pasangan, surat pernyataan tidak sedang menempuh perkuliahan, serta surat kesediaan untuk berkontribusi di sektor perkelapasawitan setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta juga harus menyatakan kesediaan untuk mengelola kelembagaan pekebun, bekerja di industri sawit, menjadi penyuluh, atau petugas pendamping setelah lulus. Selain itu, peserta yang telah dinyatakan diterima namun mengundurkan diri tidak diperkenankan mengikuti proses pendaftaran pada periode berikutnya.

Bagi calon penerima yang berasal dari keluarga kurang mampu, panitia juga menyediakan kesempatan untuk melampirkan surat keterangan tidak mampu yang diterbitkan oleh kepala desa atau pejabat setingkat.

Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, Sudi Bawa Suwita, sebelumnya menegaskan bahwa Program Beasiswa SDM Sawit merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul di sektor strategis nasional.

"Program Beasiswa Sawit hadir sebagai investasi bagi generasi muda, yang tidak hanya mendorong kemajuan perkebunan sawit, tetapi juga memastikan keberlanjutannya bagi masa depan Indonesia," ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2015, program tersebut telah membantu ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia memperoleh akses pendidikan tinggi. Pada tahun 2026, pemerintah kembali menargetkan ribuan penerima beasiswa guna memperkuat ketersediaan tenaga profesional yang siap mendukung kemajuan industri kelapa sawit nasional.

Bagi keluarga pekerja sawit yang memenuhi persyaratan, program ini menjadi peluang besar untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah, sekaligus membuka jalan menuju karier yang lebih baik di sektor perkelapasawitan Indonesia.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks