Pencarian

Podcast Kelupas

Tegak Tiang Tonggul Adat, Kapolda Riau: Simbol Menjaga Marwah Melayu

Sabtu, 06 Juni 2026 • 13:48:30 WIB
Tegak Tiang Tonggul Adat, Kapolda Riau: Simbol Menjaga Marwah Melayu
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang diwakili Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad hadiri Hari Jadi ke-56 LAM Riau.

PEKANBARU (RA) - Hari Jadi ke-56 Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), melaksanakan prosesi sakral Tegak Tiang Tonggol Adat digelar sebagai simbol tegaknya marwah, jati diri, dan kedaulatan masyarakat Melayu.

Prosesi itu berlangsung di Balai Rung Tenas Effendi, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu (6/6/2026).

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang diwakili Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan apresiasi atas konsistensi LAMR dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu sebagai identitas daerah.

"Kapolda Riau menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tegak Tiang Tonggul Panji Adat yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-56 Lembaga Adat Melayu Riau," ujar Pandra.

Disambung Pandra, kegiatan ini bukan hanya seremonial budaya, tetapi juga menjadi simbol kuat dalam menjaga warisan nilai-nilai luhur Melayu yang sarat dengan pesan persatuan, kebersamaan dan keharmonisan sosial.

Menurutnya, adat dan budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter masyarakat serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

"Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam adat Melayu sejalan dengan semangat Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat," ungkapnya 

Dikatakan Pandra menyampaikan pesan Kapolda Riau, bahwa budaya menjadi salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan sosial dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Pandra menambahkan, Polda Riau berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial dan penguatan identitas daerah.

"Kapolda Riau berharap momentum Milad ke-56 LAMR ini semakin memperkuat sinergi antara tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Melayu serta mewujudkan Riau yang aman, damai dan berbudaya," tegasnya.

Tegak Tiang Tonggol Adat atau Togak Tonggol merupakan tradisi sakral masyarakat Melayu yang melambangkan tegaknya struktur kepemimpinan, hukum adat, serta kedaulatan suatu kaum.

Tonggol berbentuk menyerupai panji dengan lima warna yang masing-masing memiliki makna mendalam.

Warna hitam melambangkan hukum dan aturan adat, kuning melambangkan daulat dan pemerintahan tertinggi, putih melambangkan alim ulama dan nilai agama, merah melambangkan rakyat serta hulubalang, sedangkan hijau melambangkan pemerintahan dan kemakmuran alam.

Dalam tradisi Melayu, tonggol diwariskan secara turun-temurun oleh perangkat adat seperti batin, penghulu, dan ketiapan, serta disimpan di Rumah Soko.

Penegakan tonggol biasanya dilakukan dalam upacara adat besar, pelantikan datuk, maupun perayaan lembaga adat.

Berdirinya tonggol menjadi penanda bahwa suatu wilayah berada dalam naungan hukum dan tatanan adat yang sah.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf, prosesi Tegak Tiang Tonggol yang dilaksanakan bersempena Hari Jadi ke-56 LAMR bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol jati diri dan semangat masyarakat Melayu untuk terus menjaga warisan budaya di tengah perubahan zaman.

"Tegaknya tiang tonggol melambangkan tegaknya semangat dan marwah masyarakat Melayu. Jika semangat dan marwah hilang, maka kehidupan akan kehilangan arah dan makna," jelasnya.

Datuk Seri Marjohan menegaskan, tugas LAMR tidak hanya memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, tetapi juga menyiarkan, menjaga, dan melestarikan budaya Melayu agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia mengajak masyarakat untuk terus berpegang pada prinsip adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah.

"Nilai adat dan agama, sambung Datuk Seri Marjohan, harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial," katanya.

Datuk Seri Marjohan juga mengingatkan pentingnya mewariskan jati diri dan marwah Melayu kepada generasi muda sebagai benteng moral dan budaya.

Hadir dalam helat adat tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kapolda Riau yang diwakili Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, para Ketua LAMR kabupaten/kota se-Riau, pengurus LAMR, tokoh adat, serta undangan lainnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks