Pencarian

Podcast Kelupas

Reses Tengku Azwendi Fajri di Simpang Tiga, Warga Keluhkan Kabel Semrawut dan Banjir

Rabu, 08 April 2026 • 01:19:59 WIB
Reses Tengku Azwendi Fajri di Simpang Tiga, Warga Keluhkan Kabel Semrawut dan Banjir
Reses Tengku Azwendi Fajri di Simpang Tiga.

PEKANBARU (RA) - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, menggelar kegiatan reses di Jalan Kusuma, Komplek Peputra Indah I, RW 02, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Selasa (7/4/2026) sore.

Reses masa sidang kedua tahun 2025/2026 ini turut dihadiri Lurah Simpang Tiga, Ketua LPM, Ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya persoalan kabel optik yang semrawut serta banjir yang kerap melanda lingkungan mereka.

Warga mengeluhkan banyaknya pemasangan kabel yang dilakukan tanpa izin, bahkan melintas di atas rumah. Kondisi itu dinilai merugikan dan mengganggu kenyamanan.

Menanggapi hal tersebut, Azwendi menegaskan agar pelaku usaha tidak sembarangan dalam melakukan pemasangan jaringan.

"Tentu saya ingatkan pelaku usaha jangan sembrono. Ada estetika kota yang harus dijaga, dan penggunaan lahan milik daerah juga harus mengikuti aturan," tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru segera menyusun regulasi yang jelas, termasuk moratorium penataan kabel, agar persoalan serupa tidak terus berulang.

"Kita berharap pemerintah segera membuat aturan yang jelas. Selama ini masyarakat dan pelaku usaha sama-sama menunggu kepastian terkait penataan kabel ini," ujarnya.

Menurutnya, penataan kabel bukan hanya soal keindahan kota, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan masyarakat, hingga potensi pendapatan daerah.

Selain itu, warga juga mengeluhkan persoalan banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut. Azwendi menjelaskan, banjir yang terjadi bukan sekadar genangan biasa, melainkan akibat aliran air dengan debit besar dari hulu ke hilir.

"Banjir di sini memang tidak lama, biasanya satu sampai dua jam sudah surut. Tapi tetap berisiko karena arus air cukup deras hingga menggenangi jalan bahkan masuk ke rumah warga," jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, ia meminta pemerintah segera membangun sistem drainase yang terintegrasi agar aliran air dapat tertampung dengan baik.

"Kita berharap pemerintah bisa membuat saluran drainase yang benar-benar terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga air hujan bisa mengalir lancar dan tidak lagi melintasi permukiman warga," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks