PEKANBARU (RA) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota (Wawako) Markarius Anwar menggelar Safari Ramadan di Masjid Al-Hijrah, Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, Sabtu (28/2/2026).
Safari Ramadan turut dihadiri Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid bersama Anggota DPRD Dapil Binawidya - Tuah Madani, Pangkat Purba, Ketua TP PKK Pekanbaru Hj Sulastri Agung, Ketua I TP PKK Hj Sari Rahmawati, serta Ketua DWP Elvia Suhana Ingot.
Kemudian hadir juga Pj Sekdako Pekanbaru Drs Ingot Ahmad Hutasuhut, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian dan camat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Mengawali sambutannya, Wako Agung menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan jemaah Masjid Al-Hijrah yang sudah bersedia menerima Safari Ramadan yang digelar Pemko Pekanbaru di masjid tersebut.
Ia mengaku takjub dengan cepatnya pembangunan Masjid Al-Hijrah. Saat datang ke masjid itu belum lama ini, Wako Agung mengaku pembangunannya baru dimulai dan untuk pelaksanaan shalat masih di lantai bawah.
"Tadi kami pikir kegiatan (safari) masih di bawah. Tapi hari ini, masyaallah, kami merasa berada di Madinah karena pintunya sama dengan pintu masjid di Madinah," kata Wako.
Untuk itu atas nama pemerintah kota, Agung mengapresiasi atas dibangunnya Masjid Al-Hijrah, salah satu masjid terbesar di Kota Bertuah dengan luas lahan 4,5 hektar.
"Kami mengapresiasi yang mana masjid sebesar ini berada di kota Pekanbaru. Untuk membangun masjid ini, pondasinya saja senilai Rp24 miliar," ujarnya.
Di kesempatan itu, Wako Agung tak lupa menyampaikan berbagai program Pemko Pekanbaru di 2026 ini dan juga capaian program di 2025, awal kepemimpinannya bersama Wawako Markarius Anwar.
"Di awal menjabat, kami dititipi utang tunda bayar kegiatan sebesar Rp470 miliar. Utang ini tidak pernah diselesaikan bahkan lebih dari satu dekade. Alhamdulillah, tahun 2025, utang Rp470 miliar ini bisa diselesaikan," paparnya.
Tidak hanya mampu menyelesaikan utang, tapi pembangunan juga bisa dilaksanakan. Di 2025, Pemko Pekanbaru berhasil memperbaiki jalan rusak dengan sistem pengaspalan ulang yang mencapai 42 kilometer.
"Kami juga menjalankan program zero anak putus sekolah. Tahun 2025, terdapat sebanyak 1.778 anak putus sekolah yang kami kembalikan ke sekolah," jelasnya.
Di bidang kesehatan, terdapat sebanyak 3.000 lebih anak stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi kronis yang ditangani Pemko Pekanbaru.
"Kemudian kami juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kami menanggung biaya kesehatan seluruh masyarakat kurang mampu dengan anggaran sekitar Rp80 miliar," ulas Agung.
Selanjutnya di bidang kebersihan, Pemko Pekanbaru mampu mengatasi persoalan tumpukan sampah. "Di awal 2025, Kota Pekanbaru ditetapkan berstatus darurat sampah. Alhamdulillah, bisa kami selesaikan," tegasnya.
"Di samping itu masih banyak yang telah kami lakukan yang tidak cukup waktu rasanya untuk dijelaskan satu per satu," pungkasnya.
Seperti biasa, dalam safari Ramadan di Masjid Al-Hijrah, Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah, Pemko Pekanbaru turut memberikan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp100 juta.
Lalu ada juga bantuan TV 43 inci, pemasangan wifi gratis untuk Masjid Al-Hijrah, bantuan pendidikan, bantuan dari Baznas, bantuan kursi roda, serta CSR dari pemerintah kota dan Bank Riau Kepri Syariah senilai Rp10 juta.