PEKANBARU (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Provinsi Riau. Kali ini, kobaran api meluas di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, dengan total lahan terdampak diperkirakan mencapai 500 hektar.
Kawasan yang terbakar didominasi lahan gambut, meliputi hutan, semak belukar, serta kebun kelapa milik masyarakat. Skala kebakaran yang besar membuat upaya pemadaman berlangsung intensif selama hampir dua pekan.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyebutkan kebakaran terjadi dalam satu hamparan luas yang mencakup tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kuala Kampar.
"Karhutla di Pulau Mendol diperkirakan mencapai 500 hektar. Kawasan yang terbakar terdiri dari hutan, semak belukar dan kebun kelapa masyarakat," ujar Ilham, Selasa (17/2/2026).
Empat wilayah terdampak yakni Desa Teluk Beringin, Desa Sungai Solok, Desa Sungai Upih, serta Kelurahan Teluk Dalam. Letaknya yang berada di pulau terluar membuat akses dan distribusi logistik menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Api bahkan sempat bergerak mendekati kawasan permukiman warga, sehingga petugas memprioritaskan penyekatan di bagian kepala api.
"Api mengarah ke permukiman warga, jadi kita kejar ke sana supaya kebakaran tidak berdampak ke rumah-rumah warga," jelas Ilham.
Sekitar 100 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran. Mereka berasal dari Manggala Agni Rengat dan Indragiri Hulu, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau, perangkat kecamatan hingga masyarakat setempat.
Dukungan warga dinilai sangat membantu proses pemadaman. Meski hanya berbekal ember dan mesin robin, partisipasi masyarakat memperkuat barisan pemadam di lapangan.
"Personel ada sekitar 100 orang. Namun, dukungan masyarakat sangat luar biasa, meski mereka hanya menggunakan ember dan mesin robin," tambahnya.
Karhutla di Pulau Mendol telah memasuki hari ke-13. Dalam beberapa hari terakhir, petugas sempat kewalahan akibat angin kencang yang mempercepat penyebaran api di lahan gambut kering.
Keterbatasan sumber air di lokasi juga memperlambat proses pemadaman. Asap pekat yang menyelimuti area kebakaran membuat kondisi fisik petugas terkuras dan rentan sesak napas.
Namun, hujan deras yang turun sepanjang malam membawa kabar baik. Curah hujan membantu memadamkan api yang sebelumnya sulit dikendalikan.
"Alhamdulillah, tadi malam semalaman hujan, jadi api sudah padam, tinggal titik asap yang kecil-kecil. Hari ini kami melakukan pendinginan bara-bara api yang ada di tunggul kayu," pungkas Ilham.
Podcast Kelupas
YouTube
500 Hektar Lahan Gambut di Pulau Mendol Pelalawan Terbakar
Selasa, 17 Februari 2026 • 14:02:00 WIB
Bagikan
Berita Lainnya
IndeksVideo
IndeksBerita Terkini
Indeks