Pencarian

Podcast Kelupas

Kenapa Orang Bisa Lebih Galak saat Ditagih Utang? Psikiater Ungkap Penyebabnya

Ahad, 08 Februari 2026 • 06:57:00 WIB
Kenapa Orang Bisa Lebih Galak saat Ditagih Utang? Psikiater Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Pernah menagih utang ke seseorang, tetapi justru mendapat respons yang lebih galak dan agresif? Ternyata, ada alasan psikologis dan biologis di balik kondisi tersebut. Psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Riati Sri Hartini, SpKj, MSc, menjelaskan respons tersebut berkaitan erat dengan stres finansial serta perasaan terancam pada harga diri.

"Dari sisi psikologis dan neurosains, penagihan utang dapat memicu tekanan berat yang mengikis kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Stres finansial dan rasa terancam pada harga diri membuat kemampuan koping dan kontrol emosi menurun," ujarnya, dikutip dari detikcom.

Dari sisi biologis, tekanan tersebut mengaktifkan amigdala, bagian otak yang berperan sebagai pusat deteksi ancaman. Pada saat yang sama, fungsi prefrontal cortex, yang bertanggung jawab atas penilaian rasional dan regulasi emosi, menjadi melemah.

"Kondisi ini membuat otak masuk ke mode fight or flight, sehingga respons yang muncul cenderung defensif dan agresif, bukan reflektif," ucap dr Riati.

Karena itu, perilaku galak saat ditagih utang bukanlah respons yang muncul tanpa sebab. Reaksi tersebut merupakan kombinasi antara stres psikologis, rasa malu, dan ancaman terhadap identitas diri dalam kondisi finansial yang tertekan.

Meski demikian, dr Riati menegaskan bahwa reaksi tersebut tidak serta-merta menandakan adanya gangguan kejiwaan. Dalam banyak kasus, kondisi ini adalah reaksi wajar saat seseorang sedang tertekan.

"Masalah keuangan membuat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi stres. Ketika ditagih, perasaan malu, takut, dan terpojok bisa muncul bersamaan, sehingga orang bereaksi dengan emosi tinggi. Ini lebih mirip refleks orang yang kaget, bukan karena sakit jiwa," katanya.

Selama kemarahan hanya muncul pada situasi tertentu, misalnya saat ditagih utang, dan tidak terjadi terus-menerus, hal tersebut masih termasuk reaksi stres yang normal.

Namun, dr Riati mengingatkan, kondisi perlu diwaspadai apabila kemarahan sering muncul di berbagai situasi, sulit dikendalikan hingga menyakiti orang lain, mengganggu pekerjaan atau hubungan sosial, serta disertai keluhan lain seperti gangguan tidur berat, rasa putus asa berkepanjangan, atau perilaku berisiko.

dr Riati mengkategorikan galak saat ditagih utang sebagai respons stres akut (acute stress response), yaitu reaksi normal tubuh dan otak saat menghadapi tekanan berat atau ancaman mendadak.

Respons serupa juga dapat muncul ketika seseorang merasa terancam secara psikologis, mengalami frustasi karena tujuan terhalang, menghadapi stres mendadak yang tidak terduga, berada dalam konflik interpersonal intens, atau saat kondisi fisik dan emosional tidak fit akibat kelelahan dan kurang tidur.

Ia juga menjelaskan stres keuangan, termasuk tekanan akibat utang, memang berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Namun, utang bukanlah penyebab tunggal gangguan mental.

"Penyebab gangguan mental bersifat multifaktor, melibatkan aspek biologis, ekonomi, sosial, dan psikologis," katanya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks