Pencarian

Podcast Kelupas

Fenomena Cat Economy di Tailan, Mesin Ekonomi Baru Selain Pariwisata

Senin, 02 Februari 2026 • 16:06:00 WIB
Fenomena Cat Economy di Tailan, Mesin Ekonomi Baru Selain Pariwisata
Ilustrasi istimewa.

EKONOMI (RA) - Fenomena unik tengah melanda Tailan saat ini. Pasar pecinta kucing tumbuh pesat hingga pemerintah secara resmi mengakui hewan berbulu ini sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional.

Tren tersebut bahkan melampaui dominasi industri hewan peliharaan lainnya, di saat sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Negeri Gajah Putih, justru tengah lesu.

Data terbaru dari NCC Management & Development menunjukkan nilai pasar kucing tahunan di Thailand kini mencapai 367,8 miliar baht atau setara Rp186,4 triliun.

Angka ini secara mengejutkan menyalip pasar anjing yang berada di level 226,8 miliar baht atau sekitar Rp114,8 triliun.

Lonjakan pasar kucing didorong oleh perilaku belanja pemilik yang terbilang sangat royal.

Rata-rata pengeluaran untuk satu ekor kucing di Thailand mencapai 3.500-6.800 baht per bulan, atau setara Rp1,77 juta hingga Rp3,44 juta.

Nilai ini lebih tinggi dibandingkan biaya perawatan anjing yang berkisar 3.500-5.500 baht per bulan.

NCC Management & Development memprediksi dominasi pasar kucing akan semakin menguat mulai 2025, meninggalkan industri hewan peliharaan lainnya.

Perubahan gaya hidup masyarakat urban menjadi salah satu faktor utama. Keterbatasan ruang tinggal di kawasan perkotaan mendorong rumah tangga memilih kucing yang dinilai lebih praktis dan cocok untuk hunian vertikal dibandingkan anjing.

Kondisi ini memicu menjamurnya bisnis berbasis kucing, mulai dari kafe kucing, hotel hewan, pakaian khusus, hingga lonjakan permintaan makanan dan obat-obatan premium.

Melihat potensi ekonomi yang masif, Pemerintah Thailand mulai mengutamakan konsep ‘Cat Economy’ sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.

Pada November 2025, pemerintah menetapkan lima ras kucing asli Tailan (Siamese, Suphalak, Korat, Konja, dan Khao Manee) sebagai simbol nasional.

“Kelima ras kucing tersebut telah menjadi bagian integral dari kepercayaan, adat istiadat, kearifan lokal, dan praktik budaya Thailand," ujar pemerintah Tailan dalam pernyataannya yang dikutip Nikkei Asia, Senin (2/1/2026).

Pemerintah menegaskan, penetapan ini tidak hanya bertujuan melestarikan ras lokal, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Fenomena ekonomi kucing ini menjadi angin segar bagi Tailan yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, menyusul penurunan sektor pariwisata sebesar 7,2 persen sepanjang 2025 akibat sentimen negatif terkait pusat penipuan daring (scam centers) serta penguatan nilai tukar baht.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks