Sopir Truk hingga Bus Keluhkan Antrean Panjang Solar, Rela Tunggu Berjam-jam demi Bisa Beroperasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 11:46:19 WIB
Antrean solar di SPBU Jalan SM Amin Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penyedia biosolar di Riau dikeluhkan para sopir truk, bus, hingga angkutan barang. Mereka mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar subsidi agar dapat kembali beroperasi.

Pantauan di SPBU Jalan SM Amin, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026), antrean kendaraan mengular hingga mencapai Jalan Tuanku Tambusai ujung. Truk angkutan barang, bus antarkota, pikap, hingga sejumlah kendaraan berkapasitas besar tampak berbaris menunggu giliran mengisi bahan bakar. Bahkan, beberapa kendaraan mewah juga terlihat ikut mengantre.

Salah seorang sopir truk pengangkut pupuk, Ardi, mengaku kondisi tersebut sudah terjadi di hampir seluruh SPBU yang melayani pengisian biosolar di Riau. Akibatnya, waktu kerjanya banyak terbuang hanya untuk mengantre.

"Kalau lagi ramai seperti sekarang, kami bisa menunggu tiga sampai empat jam baru dapat giliran. Hampir semua SPBU yang ada solar kondisinya sama. Padahal waktu kami di jalan itu sangat berharga karena barang harus segera sampai ke tujuan," kata Ardi.

Menurutnya, antrean yang berkepanjangan juga berdampak pada biaya operasional. Selain menghambat distribusi barang, sopir juga kehilangan kesempatan mengambil muatan berikutnya.

"Kalau terlalu lama mengantre, jadwal pengiriman jadi molor. Kami juga rugi karena waktu habis di SPBU, bukan di perjalanan. Harapan kami pasokan solar kembali normal sehingga antrean bisa berkurang dan kami bisa bekerja seperti biasa," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Johan, sopir minibus rute Pekanbaru-Sipirok. Ia mengatakan antrean solar tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

"Setiap kali isi solar sekarang hampir selalu harus antre panjang. Dari informasi teman-teman sopir di grup, kondisi seperti ini bukan hanya di Riau, tetapi juga di Sumatera Utara. Bahkan hampir di seluruh SPBU di Sumatera mengalami hal yang sama," katanya.

Johan berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi agar distribusi biosolar kembali lancar. Menurutnya, kelangkaan atau antrean panjang sangat memengaruhi layanan angkutan umum dan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami berharap pasokan solar diperbanyak dan penyalurannya diperbaiki. Kalau antrean terus seperti ini, sopir yang paling merasakan dampaknya. Penumpang juga bisa terlambat sampai tujuan, sementara biaya operasional terus berjalan," tuturnya.

Para sopir berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Mereka meminta pemerintah bersama pihak terkait memastikan ketersediaan biosolar di SPBU tetap terjaga sehingga aktivitas distribusi barang maupun transportasi penumpang tidak terganggu.

Tags

Terkini

Terpopuler